Minggu, 24 Mei 2026

Properti

Kampus Untirta Sindangsari Manfaatkan Konstruksi Laba-Laba

Sesuai namanya konstruksi laba-laba merupakan fondasi yang dibentuk dari rangkaian sirip berbentuk segitiga terbuat dari kombinasi besi dan beton.

Tayang:
Editor: Ichwan Chasani
ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp.
Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Fatah Sulaiman (kanan) bersama Gubernur Banten Wahidin Halim (tengah) dan Penasihat Untirta Farih Nuril (ketiga kiri) bersama staf meninjau kompleks kampus baru Untirta di Sindangsari, Serang, Banten, Rabu (2/10/2019). Kompleks kampus Untirta tersebut dibangun dengan biaya Rp600 miliar diatas lahan seluas 12 hektar dengan 11 gedung termasuk gedung Rektorat, Dekanat, Gedung Serbaguna, ruang perkuliahan, asrama mahasiswa, sarana olahraga, dan sejumlah laboratorium untuk merealisasikan Untirta sebagai pusat pengembangan IPTEK. 

Pemadatan tanah di dalam pondasi akan mampu meniadakan pengaruh lipatan pada rib sehingga KSLL mampu mengikuti gerakan gempa baik dalam arah horizontal maupun vertikal, jelas Toto.

Bentuk dan desain konstruksi membuat KSLL memiliki kelebihan-kelebihan antara lain tingkat kekakuan  yang tinggi  diperoleh dengan penggunaan bahan yang hemat dan ekonomis (80 persen tanah & 20 persen beton bertulang) .

Bukan hanya fondasi tetapi seluruh konstruksi bangunan bawah (menggantikan fungsi  15 sampai dengan 20 sub sistem konstruksi bangunan bawah  konvensional) mulai dari plat fondasi, lantai dasar, fondasi tangga, kolom praktis, fondasi dinding, serta kelembaban tanah tetap terjaga.

Terus dipercaya

Sejak terjadinya gempa dan tsunami Aceh membuat masyarakat dan pengambil keputusan di pemerintahan menyadari pentingnya menggunakan konstruksi tahan gempa.

Kasus di Jepang yang masyarakatnya lebih percaya diri untuk tidak keluar dari bangunan meskipun terjadi gempa besar menjadi pembelajaran bahwa inovasi atau temuan-temuan mengenai bangunan tahan gempa harus terus dikembangkan dan diperkuat tentunya dengan memperhatikan potensi daerah.

Terkait penggunaan konstruksi sarang laba-laba, Presiden Direktur PT Katama, Kris Suyanto selaku pemegang paten menyatakan apresiasinya atas kembali dipercayanya konstruksi karya anak bangsa untuk bangunan di Indonesia.

Menurut dia sudah banyak bangunan yang menggunakan konstruksi dangkal dengan sirip segitiga menyerupai laba-laba termasuk dipergunakan berbagai pembangunan di Indonesia tak hanya di daerah gempa konstruksi sarang laba-laba juga banyak digunakan pada tanah lunak dan berawa namun perlu perlakuan khusus.

Kris juga mengatakan penggunaan konstruksi sarang laba-laba di kampus baru Untirta ini sesuai dengan keinginan Presiden Joko Widodo untuk memperbanyak penggunaan produksi dalam negeri.

"Konstruksi kami sepenuhnya tidak menggunakan bahan atau material bangunan dari luar. Hampir semuanya di dapat di dalam negeri bahkan pekerja dan peralatan menggunakan sumber daya lokal," ungkap Kris.

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya  mengungkapkan pembangunan kampus baru Untirta jangan hanya dilihat secara fisik akan tetapi perlunya semangat baru untuk memajukan pendidikan tinggi khususnya di Propinsi Banten.

Dalam kesempatan berbeda Presiden juga mendukung berbagai inovasi di dalam negeri dalam mendorong pembangunan.

Terkait hal itu PT Katama juga tengah mengembangkan inovasi baru yang telah diuji coba untuk mengendalikan banjir di ibu kota.

Kris mengatakan sedang menghimpun penemu-penemu di dalam negeri agar dapat berbagi inovasi untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan seperti tengah digalakkan pemerintah.

Salah satu yang tengah diusulkan kepada Pemprov DKI Jakarta untuk mengatasi persoalan banjir yang mendera Jakarta. Inovasi ini akan sangat membantu warga Jakarta apabila dapat direalisasikan.

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved