Breaking News:

John Kei Minta Polisi Kembalikan Belatinya yang Disita, Benda Itu Warisan dari Leluhur

John Kei meminta pihak berwenang mengembalikan belati kecil yang disita dari sebuah tas miliknya.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Max Agung Pribadi
Istimewa
Anton Sudanto, kuasa hukum John Kei mengatakan bahwa alat bukti Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak lengkap dalam sidang Rabu (3/3/2021). 

Namun saat John Kei dipindahkan ke Lapas Nusa Kambangan, keduanya sudah tidak pernah bertemu lagi.

Keduanya baru kembali bertemu dua minggu setelah John Kei keluar dari Nusa Kambangan tepatnya Januari 2020.

"Dia ajak saya ketemu. Tapi enggak tahu masalahnya apa. Bagi saya tidak ada masalah. Tapi kalau ada masalah diselesaikan berdua saja jangan bawa orang lain," bebernya.

Baca juga: Kerumunan Jokowi di NTT, Mardani: Kalau Sudah Disiapkan Souvenir di Mobil Namanya Bukan Spontanitas

Baca juga: Ganjar Pranowo Kaget dan Aneh Kantornya Kebanjiran, ProDem: Sudah Mulai Ikut Kagetan seperti Jokowi

Nus Kei sendiri tidak mengakui masalah pinjaman Rp1 Miliar itu. Ia menyebut pinjaman uang itu untuk keperluan mendiang adik John Kei.

Sampai akhirnya Nus Kei mendapatkan kabar bahwa namanya masuk ke dalam daftar yang akan dibunuh John Kei.

Kabar itu didapatkannya dari orang-orang yang mengenal John Kei dan Nus Kei.

Gadis Usia 17 Tahun Dirudapaksa di Banyumas, Dua Pelaku Ditangkap Polisi di Kota Bekasi dan Cikarang

Sampai akhirnya pada Minggu (21/2/2021) ia mendapatkan kabar dari salah satu rekannya Frengki Rumatora (Angki) yang mengalami penganiayaan di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Diduga Frengki dianiaya oleh pengikut John Kei yang dendam terkait pinjaman uang Rp1 Miliar. (m24)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved