Breaking News:

Berita Jakarta

Anies Ungkap Jumlah Kendaraan Umum dan Pribadi di Jakarta Lebih Banyak dari Jumlah Warga

Anies Baswedan menyebutkan, jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, melampaui warga di Jakarta.

Warta Kota/Joko Suprianto
Gubernur DKI Anies Baswedan menyebutkan, jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, melampaui warga di Jakarta. Foto ilustrasi: Uji emisi di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat, mengular hingga membuat antrean kendaraan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Benarkah jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, melampaui jumlah warga di Jakarta?

Jika benar jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota melampaui jumlah warga di Jakarta, itu artinya jumlah kendaraan bermotor di Jakarta 10 juta lebih.

Jumlah 10 juta kendaraan bermotor--umum maupun pribadi--jelas tidak main-main, karena implikasinya akan merembet ke masalah gas buang alias polusi udara di langit Ibu Kota yang dimuntahkan oleh 10 juta kendaraan tadi.

Video: Awak Bus di Terminal Kalideres Taruh Harapan Besar pada Mudik Lebaran

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebutkan, jumlah kendaraan bermotor di Ibu Kota, baik kendaraan umum maupun kendaraan pribadi, melampaui warga di Jakarta.

Jumlah penduduk Jakarta berdasarkan Sensus Penduduk DKI Jakarta tahun 2020 mencapai 10,56 juta jiwa.

Hal itu membawa dampak buruk bagi lingkungan karena gas buang yang berimbas pada polusi udara.

Baca juga: DAMRI Akan Ubah Bus Mesin Diesel dan Gas Jadi Bus Listrik untuk Transportasi Umum pada 2021

Baca juga: Pastikan Aman dan Laik Jalan, Transjakarta Uji Coba Bus Listrik Secara Ketat

"Jumlah kendaraan, baik kendaraan pribadi maupun kendaraan umum seringkali lebih banyak dari pada jumlah warga yang berada di kotanya. Sekarang kita menyaksikan lalu lalang kendaraan dari dalam dan luar kota dan di dalam kota Jakarta luar biasa banyaknya," kata Anies Baswedan dalam diskusi virtual bersama wartawan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (17/3/2021).

Salah satu implikasinya adalah ada emisi. "Karena emisi itu, muncullah masalah polusi udara," katanya.

Untuk meminimalkan kerusakan lingkungan karena penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah mulai merancang penggunaan kendaraan bebas emisi atau kendaraan listrik.

Baca juga: TransJakarta Mulai Besok, Senin 13 Juli, Perpanjang Operasional Uji Coba Bus Listrik Menjadi 12 Jam

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved