Breaking News:

Kasus Pemalsuan

Tujuh Anggota Sindikat Pemalsu Buku Nikah Jaringan Jakarta-Subang Ditangkap

Anggota sindikat pemalsu buku nikah jaringan Jakarta-Subang yakni S, AH, A, BS, SM, Y, dan K ditangkap anggota Polres Metro Jakarta Utara.

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Hertanto Soebijoto
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
Polres Metro Jakarta Utara, Selasa (16/3/2021), mengungkap sindikat pemalsu buku nikah jaringan Jakarta-Subang.  

WARTAKOTALIVE.COM, KOJA -- Anggota sindikat pemalsu buku nikah jaringan Jakarta-Subang yakni S, AH, A, BS, SM, Y, dan K ditangkap anggota Polres Metro Jakarta Utara

Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan mengatakan, pengungkapan tersebut diawali informasi adanya transaksi buku nikah palsu di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara.

Mendapati laporan itu, aparat langsung datang ke Rusun Marunda untuk melakukan penyelidikan dan menangkap seorang pelaku pemalsu buku nikah yang berinisial S.

Video: Bukan Prioritas, Keluarga ASN dan DPRD Tangsel Tercatat sebagai Penerima Vaksin

"Anggota mengamankan seorang pelaku yang diduga sering menjual buku nikah. Daripada dirinya disita dua buah buku nikah," kata Guruh, Selasa (16/3/2021).

Menurut Guruh, setelah penangkapan pelaku S yang berperan sebagai perantara, berturut-turut pelaku yang berhasil ditangkap yakni AH, A, serta BS alias otak dari sindikat ini.

Sementara itu, tiga pelaku lainnya masing-masing berinisial SM, Y, dan K yang berperan membuat blanko buku nikah palsu ditangkap di Pusaka Jaya, Subang, Jawa Barat. 

Baca juga: Foto Aurel Hermansyah Untuk Buku Nikah Mencuri Perhatian, Pakai Kemeja Putih Seharga Rp 8,5 Juta

Baca juga: Ikke Nurjanah Menikah dan Melepas Status Janda, Beredar Fotonya Sedang Pamer Buku Nikah

"BS sebagai master joki yaitu menampung pesanan dari konsumen dan mengetik blanko kosong nikah sesuai dengan calon pengantin," ucap Guruh. 

Para pelanggan buku nikah ini merupakan para pasangan nikah siri yang ingin dapat keuntungan pribadi tanpa dokumen resmi termasuk untuk mengurus kepentingan pinjaman uang.

"Rata-rata digunakan untuk dijadikan syarat legalitas suami istri, sebagai syarat pembiayaan kredit, pembuatan akte, BPJS, dan lainnya," kata Guruh.

Sindikat yang sudah melakukan aksinya sejak tahun 2015 itu membanderol Rp 2,5 juta untuk dua buku nikah palsu dan Rp 3,5 juta dengan tambahan bantuan kepengurusan akad nikah. 

Baca juga: Tetap Unggah Video di YouTube, Ria Ricis Selesaikan Buku Bukan Buku Nikah, Kisahnya Akan Difilmkan

Adapun barang bukti yang disita yakni 80 buku nikah palsu, 2.850 sampul buku nikah palsu, mesin pemotong kertas, hingga mesin cetak.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dsngan ancaman pidana hukuman 6 tahun penjara. (jhs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved