Breaking News:

LKPD Kota Tangsel

Airin Rachmi Diany Akui Kota Tangsel Alami Penurunan PAD Akibat Covid-19 saat Lapor LKPD 2020

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020 kepada BPK Banten.

Penulis: Rizki Amana | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Rizki Amana
Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany saat menyerahkan LKPD tahun anggaran 2020 ke BPK Wilayah Provinsi Banten. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun anggaran 2020 kepada Badan Pemeriksaan Keuangan Daerah Provinsi Banten. 

Penyerahan LKPD langsung dilakukan oleh Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, di Gedung Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Wilayah Provinsi Banten, Serang pada Senin (15/3/2021).

Airin mengakui realisasi anggaran yang dilaksanakan oleh Pemkot Tangsel di tahun 2020 ini mengalami sejumlah hambatan. 

Hambatan tersebut berupa pandemi covid-19 yang melanda hingga berimbas penurunan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Tangsel pada tahun anggaran 2020 kemarin. 

"Pada awalnya PAD Kota Tangerang Selatan setiap harinya bisa mencapai Rp 15 hingga Rp 20 miliar dalam satu hari. Tetapi  dikarenakan adanya PSBB di Kota Tangsel, maka aktivitas serta pelayanan langsung harus dikurangi. Dengan dampak pengurangan pelayanan itu, kami hanya bisa mengumpulkan PAD hingga Rp 500 juta dalam satu hari, berubah signifikan," katanya.

Airin menjelaskan pelayanan kesehatan yang bersifat urgensi di tengah kondisi pandemi covid-19 melanda menjadi prioritas anggaran di tahun 2020 kemarin. 

Baca juga: Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar Serahkan LKPD ke BPK RI Perwakilan Banten

Baca juga: Sebagai Bentuk Tangung Jawab dalam Tata Kelola Keuangan, Gubernur Banten Serahkan LKPD ke BPK

Baca juga: Sebagai Bentuk Tangung Jawab dalam Tata Kelola Keuangan, Gubernur Banten Serahkan LKPD ke BPK

Hal itu dilakukan guna pelayanan isolasi covid-19 dapat ditibgkatkan dalam upaya memutus mata rantai penyebaran infeksi covid-19.

Selain itu, pihaknya juga menganggarkan sejumlah biaya bantuan kepada para pelaku UMKM di Kota Tangsel. 

Menurutnya, hal itu dilakukan pihaknya guna memastikan berjalannya dua sektor tersebut berjalan secara beriringan di tengah pandemi covid-19 ini. 

"Untuk memastikan pelayanan-pelayanan tersebut berjalan, kami meningkatkan fasilitas isolasi bagi penderita covid-19 dan membantu UMKM untuk tetap bergerak untuk membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah," kata Airin.

"Dua sektor tersebut sampai saat ini terus digerakkan agar bisa berjalan beriringan. Tanpa harus mengorbankan sektor lain. Sebab, jika tidak dilakukan demikian, maka masyarakat akan lebih merasakan dampaknya," pungkasnya. 

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved