WADUH, Sampah Masker di DKI Jakarta Menggunung hingga 1,5 Ton, Ini Kata YLKI

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menilai persoalan sampah masker sekali pakai atau disposable menjadi masalah baru di masa pandemi Covid-19.

Editor: Mohamad Yusuf
Intisari Online/Shin Chew Daily
(Ilustrasi) Sampah medis seperti masker, alat pelindung diri (APD), dan limbah medis lainnya di Jakarta menggunung hingga 1,5 ton. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sampah medis seperti masker, alat pelindung diri (APD), dan limbah medis lainnya di Jakarta menggunung hingga 1,5 ton.

Sampah medis itu pun menjadi sorotan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menilai persoalan sampah masker sekali pakai atau disposable menjadi masalah baru di masa pandemi Covid-19.

Baca juga: Kisah Pilu Warga Ciledug Tangerang Rumahnya Dipagari Beton, Terpaksa Harus Memanjat Setiap Hari

Baca juga: Tangis Kesedihan Kholid, Melihat Sang Cucu harus Panjat Beton Berkawat karena Akses Jalan Ditutup

Baca juga: Cerita Anies Nongkrong di Warkop, Malah Ditanya Pegawai Bea Cukai, Bapak Kerja di Mana?

Menurutnya, di ibu kota DKI Jakarta sampah masker sekali pakai sangat menggunung.

Total sampah ini mencapai 1,5 ton per Desember 2020 lalu.

"Di tengah pandemi seperti ini ada satu fenomena menarik, dimana konsumsi plastik meningkat tajam. Terutana masker yang menyumbang banyak sampah medis. Saya baca dari riset LIPI masker yang kita gunakan sehari-hari itu per Desember (2020) kemarin di Jakarta sudah menumpuk 1,5 ton," ujarnya dalam acara FGD bertajuk: Bicara Soal Plastik di Masa Pandemi Covid-19, Senin (15/3/2021), dikutip dari Tribunnews.

Tulus menambahkan, melonjaknya sampah masker sekali tak lepas dari meningkatnya penggunaan oleh masyarakat luas dan inisiatif masyarakat untuk melindungi diri dari pandemi.

Namun, inisiatif bagus itu tak diikuti oleh penanganan sampah ibu kota dalam menangani limbah disposable di masa kedaruratan kesehatan ini.

Tentu hal itu tak bisa disalahkan pada otoritas di ibu kota saja, masyarakat sebagai konsumen dituntut pula agar bertanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan hidup dalam mengonsumsi produk.

"Dan perlu ditekankan kita konsumen bukan cuma soal hak, tetapi ada kewajiban dan bertanggung jawab yaitu terkait dengan pola konsumsi kita. Permasalahan sampah masker ini tak melulu dibebankan pada pihak di ibu kota, konsumen juga harus bijak dalam penanggulangan sampah masker," tambahnya.

Oleh karena itu, Tulus mengajak kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar menjadi konsumen cerdas dan bijak.

Baca juga: Keluarga yang Rumahnya Dipagari Beton hingga Tutup Akses Jalan Diancam Pakai Golok, Polisi Bertindak

Baca juga: TP3 Laskar FPI Sebut Habib Rizieq Alami Belasan Kali Percobaan Pembunuhan, akan Laporkan ke Jokowi

Di antaranya mulai beralih menggunakan masker kain yang memenuhi standar kesehatan agar menekan volume sampah dari pemakaian masker sekali pakai yang kian menggunung.

"Jadi sebagai konsumen, sebisa mungkin  harus bijak dalam menanggulangi masalah ini. Salah satunya menghindari masker sekali pakai, tapi harus menggunakan masker kain yang standar. Karena ni tanggung jawab kita," imbuhnya.

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved