Breaking News:

Amandemen UUD 1945

Sepanjang Tak Bikin Rakyat Susah, Arief Poyuono Setuju Presiden Menjabat Tiga Periode

Menurut Arief, masa jabatan dua periode itu hasil copy paste-nya Amin Rais dari konstitusi Amerika Serikat.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menilai, pembatasan jabatan presiden dua periode tidak cocok diterapkan di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono menanggapi kecurigaan Amien Rais yang menyebut pemerintah berusaha menguasai MPR.

Amien curiga Presiden Jokowi akan mendorong adanya sidang MPR untuk mengubah dua pasal UUD 1945.

Satu di antara dua pasal itu, Amien mengatakan akan memberikan hak bagi presiden bisa dipilih tiga kali.

Baca juga: Sudah 89 Akun Medsos Ditegur Polisi Virtual Termasuk 1 WhatsApp, Banyak yang Langsung Menghilang

"Masyarakat Indonesia sudah terbiasa dengan sistem demokrasi monarki."

"Jadi masa jabatan presiden perlu tiga periode," kata Arief lewat pesan kepada Tribunnews, Senin (15/3/2021).

Menurut Arief, masa jabatan dua periode itu hasil copy paste-nya Amin Rais dari konstitusi Amerika Serikat.

Baca juga: Anies Baswedan Dinilai Takkan Kehilangan Panggung Bila Pilkada Digelar 2024, Ini Alasannya

"Padahal ya Amerika Serikat itu sangat berbeda landskap politiknya, keadaan masyarakatnya, kepartaiannya dengan di Indonesia," tambahnya.

Akhirnya, lanjut Arief, pembatasan jabatan presiden untuk dua periode tidak cocok diterapkan di Indonesia, dan malah akhirnya membuat pemerintahan yang dibentuk dari pemilu tidak efektif dan berdampak pada lambatnya pembangunan di Indonesia.

"Presiden terpilih sibuk dagang kebo dalam mengurus parpol-parpol yang mengusungnya, dan menyuburkan korupsi di pemerintahan," tambah Arief.

Baca juga: Tak Timbulkan Korban Jiwa Seperti Pemilu 2019, Pilkada 2020 Jadi Pelajaran untuk Gelar Pemilu 2024

Dia pun mengingatkan dalam sejarah masyarakat Indonesia, sudah terbiasa dipimpin oleh presiden dengan masa jabatan lebih dari dua periode.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved