Breaking News:

Amandemen UUD 1945

PDIP: Tambah Masa Jabatan Presiden Jadi Tiga Periode Bukan Kebutuhan Bangsa Kita Saat Ini

Basarah mengatakan, bagi PDIP masa jabat presiden 2 periode seperti saat ini sudah ideal dan tak perlu diubah.

Tribunnews/Irwan Rismawan
Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, pihaknya belum pernah membahas isu perpanjangan masa jabat presiden tersebut. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - PDIP menegaskan tak pernah berpikir mengubah masa jabatan presiden menjadi tiga periode, melalui amendemen UUD 1945.

Ketua DPP PDIP sekaligus Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah mengatakan, pihaknya belum pernah membahas isu perpanjangan masa jabat presiden tersebut.

"Kami belum pernah memikirkan, apalagi mengambil langkah-langkah politik untuk mengubah konstitusi, hanya untuk menambah masa jabatan presiden menjadi tiga periode."

Baca juga: Kemendagri Bilang Tahapan Pemilu 2024 Dimulai Tahun Depan, KPU Diminta Bersiap

"Demikian juga di MPR, kami belum pernah membahas isu masa jabatan presiden tersebut, dan mengubahnya menjadi tiga periode," kata Basarah melalui keterangan tertulis, Minggu (14/3/2021).

Basarah mengatakan, bagi PDIP masa jabat presiden 2 periode seperti saat ini sudah ideal dan tak perlu diubah.

Namun, menurutnya ada hal yang perlu diubah mengenai kesinambungan pembangunan nasional.

Baca juga: SBY Bisa Marah kepada Jokowi Jika KLB Partai Demokrat Disahkan, Politik Nasional Berpotensi Kacau

"Bagi PDIP, masa jabatan presiden dua periode seperti yang saat ini berlaku sudah cukup ideal, dan tidak perlu diubah lagi."

"Hanya saja perlu kepastian akan kesinambungan pembangunan nasional dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional."

"Sehingga tidak ganti presiden, ganti visi misi dan program pembangunannya," ujarnya.

Baca juga: Laporkan Andi Mallarangeng, Moeldoko Diminta Hadir Langsung ke Polda Metro Jaya, Tak Boleh Diwakili

Atas dasar itu, menurutnya amendemen UUD 1945 perlu dilakukan hanya untuk memberikan kewenangan MPR menetapkan GBHN (Garis-garis Besar Haluan Negara).

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved