Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Dituntut Hukuman 4 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta, Djoko Tjandra: Sangat Berat

Apalagi, menurutnya tuntutan itu tidak berdasar pada dakwaan dan berangkat dari fakta-fakta yang lemah.

Editor: Yaspen Martinus
Tribunnews.com
Djoko Tjandra dituntut 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar sidang lanjutan kasus dugaan suap penghapusan red notice dengan terdakwa Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Sidang beragenda mendengar nota pembelaan (pleidoi) Djoko Tjandra, Senin (15/3/2021).

Dalam pleidoi-nya, Djoko Tjandra menyatakan tuntutan pidana penjara 4 tahun dan denda Rp 100 juta dari jaksa penuntut umum (JPU), sangat berat.

Baca juga: Anies Baswedan Dinilai Takkan Kehilangan Panggung Bila Pilkada Digelar 2024, Ini Alasannya

Apalagi, menurutnya tuntutan itu tidak berdasar pada dakwaan dan berangkat dari fakta-fakta yang lemah.

"Penuntut umum yang telah menuntut saya untuk dihukum pidana penjara selama 4 tahun, denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan adalah sangat berat."

"Apalagi tuntutan tersebut didasarkan atas dakwaan yang sama sekali tidak benar dan fakta-fakta yang sangat lemah," tutur Djoko Tjandra.

Baca juga: Tak Timbulkan Korban Jiwa Seperti Pemilu 2019, Pilkada 2020 Jadi Pelajaran untuk Gelar Pemilu 2024

Ditambah lagi, saat ini usianya hampir 70 tahun, sehingga tuntutan tersebut makin memberatkan hidup di usia senjanya.

Djoko Tjandra juga menyinggung nasib keluarganya jika dia benar-benar divonis sebagaimana tuntutan jaksa.

Ia menyebut masih punya tanggungan istri dan beberapa anak serta cucu.

Baca juga: Ini Makna Istilah Mutasi, Varian, dan Strain Covid-19

"Saat ini saya masih memiliki seorang istri dan beberapa orang anak serta cucu, yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ayah dan kakek," ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved