Breaking News:

Berita Nasional

Arief Poyuono Ingin Aturan Masa Jabatan Presiden Ditambah, Biar Jokowi dan SBY Bisa Duel di Pilpres

Seperti diketahui, konstitusi membatasi presiden dan wakil presiden hanya menjabat selama 5 tahun dan dapat dipilih sebanyak 2 kali.

Penulis: | Editor: Feryanto Hadi
kolase Tribunnews
Kolase Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo 

Dalam postingannya, Jokowi menyebut dirinya merupakan bukti pendewasaan demokrasi pada masa reformasi.

Sehingga Jokowi mengaku tidak menyetujui adanya penambahan masa jabatan yang diributkan legislator di komplek Parlemen Senayan saat ini.

"Saya adalah produk pemilihan langsung berdasarkan UUD 1945 pasca reformasi. Posisi saya jelas: tak setuju dengan usul masa jabatan Presiden tiga periode.

Baca juga: Diterpa Masalah Kudeta, AHY Justru Melesat dalam Survei Terbaru, Kalahkan Anies, Sandi hingga Risma

Usulan yang muncul dari penguatan amendemen Undang-undang (UUD) 1945 itu pun menurutnya sangat menjerumuskannya.

"Usulan itu menjerumuskan saya," tegas Jokowi.

Walau begitu Jokowi tidak menjelaskan lebih jauh kalimat tersebut.

Baca juga: Bambang Widjojanto Jadi Kuasa Hukum Demokrat, Denny Siregar Tertawa: Sudah Pasti AHY Kalah

Termasuk pihak ketiga yang memanfaatkan isu penambahan jabatan presiden yang tengah mencuat saat ini.

"Saat ini lebih baik kita konsentrasi melewati tekanan eksternal yang tidak mudah diselesaikan," tutupnya.

NasDem disebut yang pertama mengusulkan

Wakil Ketua MPR dari Fraksi PPP Arsul Sani menyebut Fraksi Partai NasDem yang mengusulkan jabatan presiden menjadi tiga periode.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved