Breaking News:

VIDEO Kasus Guru Dimarahi Aparat Desa Karena Unggah Kondisi Jalan Rusak Berakhir Damai

Pemerintah Desa Cijalingan, Cicantayan, Sukabumi, Jawa Barat berdamai dengan Guru yang memposting jalan rusak.

Editor: Murtopo
Youtube Wartakotalive.com
Pemerintah Desa Cijalingan, Cicantayan, Sukabumi, Jawa Barat berdamai dengan Guru yang memposting jalan rusak. 

WARTAKOTALIVE.COM, SUKABUMI -- Pemerintah Desa Cijalingan, Cicantayan, Sukabumi, Jawa Barat berdamai dengan Guru yang memposting jalan rusak.

Kedua belah pihak menyatakan masalah telah selesai dan saling memaafkan.

Sementara itu, Guru yang memposting jalan rusak, Eko menyatakan sudah menganggap kejadian ini beres karena sudah berdamai.

Dia pun sudah meminta kepada rekan-rekan Guru yang lain untuk menghargai.

Baca juga: VIDEO Unggah Kondisi Jalan Rusak ke Medsos, Guru di Sukabumi Dimarahi Perangkat Desa

Baca juga: Kisah Pilu Kecelakaan Maut di Sumedang, Guru Muda Gagal Nikah, Calon Pasangan Histeris

Dedi Mulyadi prihatin atas sikap aparat desa

Kasus seorang guru mengunggah jalan rusak ke media sosial facebook di Cicantayan, Kabupaten Sukabumi yang berujung dimarahi kepala desa setempat, terus mengusik perasaan warganet.

Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi pun mengaku prihatin atas sikap aparat desa yang meluapkan kemarahan kepada Eko, seorang guru di Sukabumi yang mengunggah jalan rusak itu

"Saya prihatin," kata Dedi Mulyadi melalui ponselnya, Sabtu (13/3/2021).

Menurut Dedi, sikap itu tidak mencerminkan seorang pemimpin atau aparat pelayanan publik yang semestinya menerima setiap otokritik dengan lapang dan terbuka.

Baca juga: PENABRAK Pesepeda di Bundaran HI Sempat Kabur Usai Tabrak Lari, Polisi Tahan MDA 20 Hari

Apabila mendapati kritik jalan rusak, kata Dedi, seorang pemimpin cukup menjelaskan apakah anggarannya tidak ada atau jalan itu bukan kewajiban pemerintahan desa.

"Karena ada jalan nasional, jalan provinsi, kabupaten dan desa," kata Dedi yang juga wakil ketua Komisi IV ini.

Jika jalan itu merupakan jalan desa, kata Dedi, aparat cukup menjelaskan kapan jalan akan segera diperbaiki dengan Dana Desa.

Selain itu, lanjut dia, dijelaskan pula pada tahun 2020 dan 2021, dana desa teralokasikan untuk Covid-19 sehingga tidak bisa digunakan untuk pembangunan jalan.

Baca juga: LAGI! Aksi Koboi Oknum Polisi, Tembak Wanita Teman Kencannya di Tempat Hiburan Malam Pekanbaru

"Karena fokus anggaran adalah untuk menyelesaikan bantuan sosial, masker dan penanganan Covid-19. Tidak usah melakukan tindakan intimidatif yang mengekang kebebasan orang untuk berekspresi," kata Dedi.

Mengunggah jalan rusak, menurut Dedi, saat ini menjadi hal lumrah dilakukan siapa pun.

Bahkan saat ini, sudah banyak yang mengunggah jalan ditanami pohon pisang, dipasangi kloset, serta dijadikan arena memancing, sebagai bentuk kritik kepada pemerintah atas tak kunjung diperbaikinya jalan rusak tersebut.

"Posting jalan rusak itu biasa, gak usah marah," kata Dedi.

Baca juga: Anies Akan Tata Kawasan Stasiun Gondangdia, Dibuat Tak Kalah Cantik dari Stasiun Pasar Senen

Ketika awal menjabat sebagai Bupati Purwakarta, Dedi mengatakan infrastruktur jalan di daerah itu buruk.

Saat itu, bahkan ada warga yang memasang kloset di tengah jalan. "Tapi itu tak membuat kita harus jadi marah," kata Dedi.

Mendapati kritik seperti itu, tambah dia, pemerintah cukup mengubah rencana anggaran.

 Jika anggaran tidak mampu, maka cukup dijelaskan bahwa pemerintah tidak mungkin melaksanakan perbaikan jalan untuk saat ini.

"Ketika jalan (rusak) di-posting ya cukup dibangun, bukan diintimidasi. Cukup dibangun atau dijelaskan (soal ketersediaan anggaran kepada warga)," kata Dedi.

Baca juga: Akibat Hujan Deras, 1.967 Titik Jalan Rusak Tersebar di Jakarta Utara, Paling Banyak di Pademangan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dedi Mulyadi: Posting Jalan Rusak ke Medsos Itu Biasa, Tak Usah Marah"

Pak Eko, Guru yang Unggah Jalan Rusak di Cicantayan Sukabumi Masih Trauma dan Ketakutan (tribunjabar/fauzi noviandi)
Pak Eko, Guru yang Unggah Jalan Rusak di Cicantayan Sukabumi Masih Trauma dan Ketakutan

Pak Eko guru SMPN 1 Cicantayan yang mengunggah video jalan rusak di Kampung/Desa Cijalingan Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi masih ketakutan setelah mendapatkan intimidasi dari aparat desa.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Yuda Sukmagara saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (12/3/2021).

"Jadi pa guru ini datang menemui saya, karena dia masih mengalami ketakutan dan trauma, setelah kejadian tersebut, dan meminta perlindungan dari DPRD Kabupaten Sukabumi," ucap Yuda.

Bahkan saat ini guru yang mengkritik kondisi jalan rusak itu, sudah tidak berani keluar rumah dan ketika akan mengajar ke sekolah pun merasa ketakutan.

"Kami di sini akan memberikan dukungan dengan segala upaya, untuk memberiikan pengamanan kepada dia bahkan keluarganya. Bahkan Pak Eko mengaku sudah tidak berani untuk mengkritik dan main facebook," ucapnya.

Ia mengatakan, sebagai pelayan masyarakat sudah sejawarnya mendapatkan kritik, dan kritikan tersebut untuk membangun mari tunjukan dengan kinerja jangan sampai melakukan intimidasi.

"Saya berharap hal seperti ini tidak kembali terjadi, apabila ada yang kritik, jangan sampai arogan dan mengintimidasi," ucapnya.

Menurut Yuda, pihaknya akan melalukan rapat dengar pendapat kasus itu dengan sejumlah pihak antara lain, aparatur Desa Cijalingan, guru yang bersangkutan bersama Pemdes, Inspektorat dan PGRI.

"Karena ini sudah menjadi konsumsi publik, dan telah viral juga, dan nantinya hasil rapat dengar pendapat ini akan disampaikan juga pada publik, supaya tidak ada hal yang tidak dingikan," katanya.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Kasus Guru Unggah Jalan Rusak di Sukabumi, Dedi Mulyadi : Kades Gak Usah Marah, Cukup Dijelaskan

Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved