Breaking News:

Sering Dilanda Bencana, Anggaran Penanganan Bencana di Kabupaten Bekasi Belum Memadai

DPRD Kabupaten Bekasi meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi menambah besaran anggaran untuk penanggulangan bencana.

Wartakotalive/Muhammad Azzam
Puluhan mobil ringsek hingga terguling pasca banjir yang melanda Perumahan Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, pada Kamis (2/1/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI---- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi menambah besaran anggaran untuk penanggulangan bencana.

Pasalnya, setiap tahun sejumlah wilayah di Kabupaten Bekasi selalu dihantui bencana alam, seperti banjir, longsor, ataupun angin puting beliung yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

“Pemerintah Perlu menambah anggaran untuk penanganan bencana di Kabupaten Bekasi,” kata anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi, Fatmah Hanum, pada Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Danau Duta Harapan Bekasi Utara, Destinasi Wisata yang Dianaktirikan, Pemkot Tutup Mata?

Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mencontohkan anggaran penanganan bencana di Dinas Sosial Kabupaten Bekasi.

Menurutnya, saat musibah banjir di awal tahun 2021 lalu masih banyak warga yang tidak terakomodir kebutuhan logistiknya.

Padahal, Dinas Sosial Kabupaten Bekasi telah melakukan upaya untuk memenuhinya dengan mendirikan sejumlah dapur umum.

Baca juga: Dorong Perbekalan Penanganan Bencana, PMI Kota Tangerang Gelar Kegiatan Dkiklatsar KSR

“Jadi hasil evaluasi kemarin anggarannya tidak memadai. Artinya kehadiran pemerintah dalam musibah kemarin masih belum dirasakan sepenuhnya karena memang keberpihakan anggaran dari pemerintah daerah untuk masyarakat yang terdampak bencana tidak memadai,” kata dia.

Untuk itu, dia mendorong agar semua perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi yang menjadi mitra kerja Komisi IV untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan upaya tersebut melalui rencana kerja di APBD Perubahan 2021 maupun APBD 2022.

“Kondisi seperti ini kan sudah sering terjadi, artinya meskipun kita semua tidak mengharapkan bencana itu terjadi lagi, tetapi antisipasi atau perencanaan penananganannya sebetulnya harus sudah lebih baik lagi,” kata dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Kota Bekasi Bertambah 667 Orang dalam Tempo 4 Hari

Fatmah menambahkan, kegiatan penanganan bencana bukan hanya dilakukan saat bencana itu terjadi tapi juga mengantisipasi mulai dari persiapan dan pencegahan sebelum bencana itu terjadi.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved