Breaking News:

Pembunuhan

Motif Pembunuhan Pasutri di BSD, Pelaku Sakit Hati Sering Dihina dan Ditunjuk Pakai Kaki

Pembunuh pasangan suami istri berinisial KEN (84) dan NS (53), Wahyuapriansyah (22) diketahui merupakan mantan kuli harian lepas di rumah korban.

Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw
Ilustrasi -- Pelaku pembunuhan pastri di BSD membunuh dengan kapak karena sakit hati sering dihina 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG -- Inilah motif yang dilakukan mantan kuli harian 

Pembunuh pasangan suami istri berinisial KEN (84) dan NS (53), Wahyuapriansyah (22) diketahui merupakan mantan kuli harian lepas di rumah korban.

Wahyuapriansyah merasa sakit hati lalu dendam karena sering dihina dan diperlakukan secara kasar oleh para korban.

“Motif pelaku sering dikatai-katai dengan kata-kata kotor dan perbuatan-perbuatan yang menurut pelaku sangat menghina dirinya,” kata Kapolres Tangerang Selatan AKBP Imam Imanuddin di Mapolres Tangerang Kota, Banten pada Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Modus Pembunuhan Siswi dan Seorang Janda di Bogor Sama, Polisi Selidiki Pelaku Psikopat Atau Bukan

Baca juga: Suami-Istri WNA dan WNI yang Tewas di BSD Diduga Dibunuh Gunakan Kapak, Tim Gabungan Turun Tangan

Berdasarkan pengakuan pelaku, ia sering ditunjuk-tunjuk oleh NS dengan menggunakan kaki.

Sementara itu, Wahyuapriansyah sempat ditampar sebanyak dua kali oleh KEN.

“Jadi ada mungkin ada kesalahan-kesalahan saat pelaku ini mengerjakan rumah karena sedang perbaikan rumah. Kemudian ada kata-kata yang menyinggung atau menyakiti pelaku sehingga pelaku merasa dendam,” ujar Iman.

Wahyuapriansyah sempat bekerja untuk merenovasi rumah korban sejak 22 Februari 2021 dan diberhentikan pada 8 Maret 2021.

Pelaku kemudian merencanakan pembunuhan KEN dan NS.

Wahyuapriansyah kemudian berangkat dari rumahnya di kawasan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten pada Jumat (12/3/2021) malam.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved