Breaking News:

Kudeta di Myanmar

Kisah Angel, Aktivis Myanmar yang Ditembak saat Demo Anti-Kudeta, Kuburannya Digali dan Diisi Semen

Angel, yang disebut senang menari dan merekam video di TikTok, serta berlatih taekwondo, akan dikenang sebagai simbol pembangkangan

Editor: Bambang Putranto
Tribunnews.com
Foto Angel yang diunggah di media sosial. Aktivis muda Myanmar tewas ditembak tentara saat aksi demonstrasi menentang kudeta. 

Rekaman menunjukkan Angel berteriak: "Saya takut, tapi kami akan berjuang untuk kebebasan kami dan kami tidak akan lari."

Sekitar setengah jam kemudian, video aktivis menunjukkan Angel dan pengunjuk rasa lainnya mundur dan berjongkok, ketika suara tembakan senjata terdengar.

Dalam satu video sebelum kematiannya, Angel terdengar berteriak: "Orang-orang di depan, silakan duduk. Anda tidak bisa dibiarkan mati."

Beberapa saat sebelum dia terbunuh, foto-foto menunjukkan bagian belakang kepalanya mengarah ke barisan pasukan keamanan.

Dalam video pendek, aktivis mengatakan lengan Angel terlihat sebelum dia jatuh ke tanah.

Rekan pengunjuk rasa terlihat menggendongnya ke sepeda motor, yang menuju ke klinik darurat.

Seorang dokter mengumumkan kematiannya pada saat kedatangan.

Penyebab utama kematian adalah cedera otak akibat luka tembak, kata dokter yang tidak mau disebutkan namanya karena alasan keamanan.

"Dia siap mempertaruhkan nyawanya jauh sebelum hari itu," kata Min Htet Oo.

Beberapa hari sebelum kematiannya, Angel sempat memposting pesan di Facebook menawarkan untuk mendonorkan darah dan organnya kepada siapa saja yang mungkin membutuhkannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved