Breaking News:

Kudeta di Myanmar

Kisah Angel, Aktivis Myanmar yang Ditembak saat Demo Anti-Kudeta, Kuburannya Digali dan Diisi Semen

Angel, yang disebut senang menari dan merekam video di TikTok, serta berlatih taekwondo, akan dikenang sebagai simbol pembangkangan

Editor: Bambang Putranto
Tribunnews.com
Foto Angel yang diunggah di media sosial. Aktivis muda Myanmar tewas ditembak tentara saat aksi demonstrasi menentang kudeta. 

Wartakotalive.com - Beberapa jam setelah keluarga, teman, dan ribuan pelayat mengistirahatkan tubuh Angel, pasukan militer Myanmar memasuki pemakaman, mereka membuang bunga dan karangan bunga yang sebelumnya diletakkan dengan hati-hati, lantas menggali kuburannya.

Keesokan paginya, dalam rekaman yang dibagikan ke CNN dan dari laporan saksi, di antara puing-puing yang tersisa berserakan di sekitar kuburan, terdapat pisau cukur, sepatu bot karet, gaun bedah, sekop, dan sarung tangan plastik berlumuran darah.

Makam Angel telah diisi dengan semen, dengan lempengan abu-abu tebal sebagai pengganti bunga dan tribute.

Kemarahan dan kesedihan orang-orang terdekat Angel meletus untuk kedua kalinya.

Dilansir CNN.com, Angel, yang bernama asli Ma Kyal Sin, tewas setelah ditembak mati di bagian kepala di kota Mandalay pada 3 Maret 2021.

Ia saat itu melakukan demonstrasi menentang kudeta militer yang menggulingkan pemerintah terpilih Myanmar.

Mengenakan T-shirt dengan slogan "Everything will be OK," gadis berusia 19 tahun itu dengan cepat menjadi simbol perjuangan mematikan negara itu untuk demokrasi.

Citranya dibawa tinggi lewat tanda-tanda protes dan dalam karya seni yang dibagikan secara online.

Sedikitnya 80 orang telah tewas dan ratusan lainnya luka-luka sejak kudeta tersebut, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Lebih dari 2.000 orang telah ditahan, dengan tuduhan penyiksaan dan penghilangan paksa.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved