Dugaan Korupsi
Dugaan Korupsi Pembangunan di RSUD Ciawi, Ini Tuntutan Mahasiswa Bogor
Dugaan Korupsi Pembangunan di RSUD Ciawi, Ini Tuntutan Mahasiswa Bogor. Simak selengkap-lengkapnya dalam berita ini.
Penulis: Hironimus Rama |
WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Bogor (GEMPAR) menyoroti pembangunan Gedung MDGs di RSUD Ciawi yang saat ini mangkrak.
Pembangunan fasilitas di RSUD Ciawi ini dinilai terindikasi korupsi karena terkesan tertutup dan tidak transparan.
Karena itu, pada Jumat (12/3/2021), puluhan anggota GEMPAR melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Inspektorat dan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor di Cibinong.
“Proyek pembangunan di RSUD Ciawi menurut pandangan kami terindikasi praktek korupsi,” kata Ketua GEMPAR Putra Nur Pratama kepada Wartakotalive.com, Sabtu (13/3/2021).
• Pemkot Tangsel Resmikan Tandon Puri Bintaro Hijau Pondok Aren sebagai Solusi Atasi Banjir
Menurut dia, proyek yang sudah memakan anggaran sekitar Rp 7 M itu mengundang banyak pertanyaan.
“Proses pembangunan proyek tersebut terkesan tertutup dan tidak transparan, juga terkait keterlambatan penyelesaian pada proyek tersebut,” paparnya.
Padahal total anggaran sebesar Rp 35,4 Miliar untuk proyek tersebut bersumber dari bantuan provinsi (Banprov) Jawa Barat.
“Jika anggaran proyek pembangunan RSUD digunakan secara efektif dan efesien maka hal tersebut harusnya berdampak baik bagi keberlangsungan kesehatan di Kabupaten Bogor,” ujar Putra.
Dia menambahkan dalam situasi pandemí seperti ini RSUD Ciawi harus segera dengan cepat menambah ruang agar penanganan dan penampungan pasien Covid dapat berjalan efektif.
“Kasus indikasi penyalahgunanaan dana proyek RSUD Ciawi ini terjadi akibat tidak dijalankanya amanah Perpres No.16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa, secara utuh,” tegasnya.
GEMPAR menilai ada skema yang dimainkan secara sistematis mulai dari proses pelelangan tender sampai dengan keterlambatan penyelesaian proyek tersebut.
• Tips Lolos Seleksi Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 14, Ini 2 Kesalahan yang Sering Terjadi
“Patut diduga terjadi penyelewengan anggaran dan praktek KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme) dalam Proyek pembangunan tersebut,” ungkapnya.
Dengan berbagai fakta ini, Gerakan Mahasiswa Dan Pemuda Bogor (GEMPAR) menuntut:
I. Meminta agar Inspektorat mengaudit anggaran proyek pembangunan RSUD Ciawi.
2. Meminta agar Inspektorat merekomendsikan untuk blacklist perusahaan yang bekerja tidak sesuai dengan apa yang diharapkan.
3. Mendesak DINKES melaksanakan tupoksinya dalam proyek pembangunan RSUD Ciawi sesuai dengan amanah Perpres No. 16 Tahun 2018.
4. Tangkap, penjarakan dan adili oknum yang terlibat dalam permasalahan ini.
“Kami sudah melayangkan surat audiensi kepada pihak PPK. Namun surat audiensi kami tidak dibalas. Karena itu, kami minta kasus ini diusut tuntas,” tutur Putra.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ketua-gempar-putra-nur-pratama.jpg)