Breaking News:

Danau Duta Harapan Bekasi Utara, Destinasi Wisata yang 'Dianaktirikan', Pemkot Tutup Mata?

Setidaknya, pembenahan Danau Duta Harapan Bekasi Utara memerlukan kerjasama banyak instansi kepemerintahan.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Mohamad Yusuf
Warta Kota/Rangga Baskoro
Suasana di sekitar Danau Duta Harapan, Harapan Baru, Bekasi Utara, Sabtu (13/3/2021). Banyak pedagang kaki lima menjajakan dagangannya di sekitar Danau Duta Harapan. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI UTARA - Nama Danau Duta Harapan sebagai destinasi wisata air sudah sangat tersohor di telinga warga Bekasi Utara, khususnya bagi mereka yang tinggal di seputar Kelurahan Harapan Baru.

Di tempat seluas 7 hektar tersebut, terdapat sebanyak 60 penjahit keliling yang mangkal menanti pesanan masyarakat.

Kegiatan ekonomi kreatif lainnya juga tumbuh seiring semakin banyaknya masyarakat yang datang mengunjungi lokasi.

Baca juga: Anda Kehilangan Kendaraan? Bisa Cek di Polres Bogor, Ada 134 Unit Hasil Curian yang Diamankan

Baca juga: HATI-HATI! Mabes Polri Sebut Ada Ribuan Pelaku Penipuan Vaksinasi Covid-19 Siap Beraksi,Ini Modusnya

Baca juga: Hati-hati Sunat Laser Berisiko Membuat Alat Kelamin Anak Hitam Akibat Luka Bakar, Ini Penjelasannya

Namun, kemahsyuran namanya tak diiringi dengan manajemen tata kelola yang telah lama kosong melompong sejak ditinggal pengembang.

Ketua Manajemen Duta Harapan - Telaga Mas (Dumas), Agus Triyono menjelaskan pengembang kawasan telah lama pergi usai membangun dua permukiman warga di sekitar danau, yakni Duta Harapan dan Telaga Mas.

Sayangnya, mereka pergi sebelum menuntaskan kewajibannya membangun fasos dan fasum sehingga beberapa asetnya belum diserahterimakan ke tangan Pemkot Bekasi.

"Saya beli rumah sejak 1997. Memang setahu saya ada beberapa lokasi yang belum diserahterimakan pengembang ke Pemkot Bekasi. Ketika kami tanyakan kepada pengembang, mereka mengaku sudah enggak ada duit buat lunasin kewajiban," ucap Agus saat ditemui di lokasi, Sabtu (13/3/2021).

Kekosongan tata kelola berdampak buruk bagi warga Dumas.

Imbasnya, jalan rusak berat puluhan tahun tanpa perbaikan, marak PKL di sekitar danau yang sebabkan kemacetan, area danau tak terawat, hingga lahan kosong yang dijadikan TPS liar.

Seperti anak tiri, Danau Duta Harapan tumbuh menjadi destinasi wisata tanpa kepengelolaan secara menyeluruh.

Warga pun sering kali bahu membahu melakukan pembenahan.

"Sering sekali kami swadaya benahin kawasan, mulai dari pemotongan pohon, pengadaan perahu di danau, dan lainnya. Danaunya sendiri itu di bawah UPTD Taman Kota Dinas LH Kota Bekasi. Tapi mereka hanya membersihkan kawasan di sekitar danaunya saja. Belun kepengelolaan secara end-to-end. Itu juga kami bantu," katanya.

Puluhan tahun warga diam, mereka semakin gerah dan prihatin melihat kawasannya tak asri seperti dulu.

Hingga kemudian, Agus bersama 6 ketua RW yang bermukim di sekitar danau, berinisiatif membentuk Manajemen Dumas.

Agus menjelaskan terdapat 7 permasalahan inti yang menyebabkan kawasan Danau Duta Harapan semerawut.

Muara dari semua masalah adalah akibat kekosongan tata kelola lahan.

"Karena itu kami Manajemen Dumas merasa perlu bergerak dan meminta Pemkot Bekasi untuk merangkul kami. Harusnya pemkot jeli melihat peluang kalau Danau Duta Harapan bisa menjadi destinasi wisata yang ikonik di Kota Bekasi yang minim wisata alam," tutur Agus.

Setidaknya, pembenahan Danau Duta Harapan memerlukan kerjasama banyak instansi kepemerintahan, mulai dari Dinas UMKM, Disparbud, DLH, Kelurahan Haraoan Baru, Kecamatan Bekasi Utara, Satpol PP, Bapenda dan Dinas Perhubungan.

Ia mengaku telah memberitahu masing-masing instansi mengenai ide dan konsep pembenahan kawasan.

Namun, hingga kini belum ada tindaklanjut atas keresahan warga Dumas.

"Kami datang ke pemkot enggak hanya ngeluh. Ada solusinya, mulai dari relokasi PKL, tata kelola parkir, bikin kawasan kuliner, relokasi penjahit keliling dan pemanfaatan lahan yang kosong. Semua sudah ada konsepnya," katanya.

Baca juga: Pangeran Uni Emirat Arab Beri Hadiah Jokowi Masjid Mewah Seluas 3 Hektar di Solo, Ini 4 Faktanya

Baca juga: WOW Proyek RSUD Malingping Senilai Rp2,5 Miliar lewat Penunjukan Langsung, Ini Kata Gubernur Banten

Baca juga: WADUH, Pemuda di Cakung Curi Beha dan Celana Dalam Ibu Muda Tetangganya, Ternyata Dipakai untuk Ini

Beberapa lokasi telah rampung dibenahi, seperti pembenahan penjual tanaman hias di Jalan Duta Boulevard Barat, pemangkasan tanaman di median jalan hingga pembersihan sampah.

Pihaknya kini membutuhkan uluran tangan Pemkot Bekasi untuk membenahi kawasan agar Danau Duta Harapan kelak menjadi ikon destinasi wisata di Kota Bekasi.

"Kami berharap pemkot tidak menutup mata dan bisa mengarahkan kami untuk membenahi kawasan. Dibutuhkan kerjasama banyak pihak yang peduli terhadap kemajuan dan perkembangan Danau Duta Harapan," tutur Agus. (abs)

Caption: Ketua Manajemen Duta Harapan - Telaga Mas (Dumas), Agus Triyono saat menunjukan Jalan Duta Boulevard Barat yang rusak berat puluhan tahun, Bekasi Utara, Sabtu (13/3/2021).

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved