Breaking News:

Amandemen UUD 1945

Seperti Raja tapi Dibatasi Konstitusi, Ini Bahayanya Jika Presiden Menjabat Tiga Periode

Zainal mengatakan, periodesasi presiden dalam sistem presidensial tidak boleh terlalu lama.

Warta Kota/Alex Suban
Helikopter kepresidenan. Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar meminta wacana jabatan presiden tiga periode dihentikan, karena berbahaya. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pakar hukum tata negara Zainal Arifin Mochtar mengatakan, wacana jabatan presiden tiga periode sebaiknya dihentikan.

"Hentikanlah ide dan upaya untuk melakukan 3 periodesasi, karena menurut saya berbahaya."

"Belum lagi kalau kita bicara pada level adanya upaya untuk melakukan itu, dengan selain mengubah konstitusi."

Baca juga: Kasus Unlawful Killing 6 Anggota FPI Disidik, IPW Minta Komunikasi di Handphone 3 Polisi Diungkap

"Itu memastikan dukungan partai kuat sekali," kata Zainal dalam diskusi yang digelar political dan public policy studies (P3S), Kamis (11/3/2021).

Zainal mengatakan, periodesasi presiden dalam sistem presidensial tidak boleh terlalu lama.

Presiden dalam sistem presidensial itu menurutnya seperti raja.

Baca juga: Andi Arief Klaim Kubu Moeldoko Gagal Daftar Hasil KLB ke Kemenkumham, Jhoni Allen: Belum Diserahkan

"Itu bedanya dengan sistem parlementer. Pada sistem parlementer, PM (perdana menteri) itu hanya petugas parlemen."

"Jadi tugasnya hanya menjalankan fungsi parlemen saja."

"Beda dengan sistem presidentil, presiden itu raja."

Baca juga: IDI Anjurkan Semua Jendela Ruangan Dibuka Selama Pandemi Covid-19

"Dia diberi kekuasaan, jadi dia raja yang dibatasi dengan konstitusi," jelasnya.

Halaman
1234
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved