Breaking News:

eSports

Perusahaan Video Game Esports Capcom Tabrak Aturan Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Jepang

Perusahaan pembuat video game Capcom menabrak aturan pencegahan Covid-19 di Jepang, dengan memerintahkan karyawannya datang ke kantor seperti biasa.

Penulis: Merdi Iskandar | Editor: Merdi Iskandar
Istimewa
Perusahaan pembuat video game eSports, Capcom, memerintahkan karyawannya ke kantor, meski Jepang tengah menerapkan aturan darurat untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pada bulan November 2020, perusahaan pembuat video game eSports Capcom mengalami serangan cyber dan data konsumen dan karyawan mereka sebanyak satu terabyte dicuri.

Agar peristiwa serupa tidak terulangnya, salah satu perusahaan video game eSports terbesar asal Jepang itu membuat keputusan kontroversial.

Pada awal 2021, Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, mengumumkan keadaan darurat untuk beberapa prefektur di Jepang, termasuk Osaka, tempat kantor utama Capcom berada.

Sejumlah pembatasan diberlakukan untuk menghindari penyebaran virus corona, tetapi Capcom melakukan hal sebalinya.

Capcom memiliki prioritas yang lebih mendesak bagi mereka, yaitu menjaga data konsumen dan pegawai mereka.

Menurut laporan Business Journal of Japan, ketika warga negeri mata hari terbit diminta bekerja sama untuk melindungi satu sama lain, muncul kabar mengkhawatirkan dari karyawan Capcom.

Laporan itu mengatakan, karyawan Capcom diminta untuk bekerja di kantor, tidak lama setelah terjadinya serangan cyber terhadap perusahaan itu.

Perintah itu dikeluarkan dengan pertimbangan keamanan data yang terancam jika para karyawan bekerja dari rumah.

Melalui surat elektronik yang dikirim ke karyawan pada bulan Januari lalu, perusahaan menginformasikan kegiatan bekerja harus kembali dilakukan di kantor.

Perusahaan mengatakan tidak ada pilihan selain datang bekerja (ke kantor).

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved