Breaking News:

Sport

Masih Harus Menyelesaikan Laporan Administrasi, Munaslub PB ISSI Diundur ke Tanggal 2-3 April 2021

Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI)undul jadwal Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) dari 12-13 Maret 2021 ke 2-3 April 2021.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Sigit Nugroho
Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sports Sepeda Indonesia (PB ISSI), Raja Sapta Oktohari saat ditemui di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) mengumumkan jadwal terbaru Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).

Rencananya, Munaslub itu digelar dengan agenda tunggal pemilihan Ketua Umum PB ISSI baru periode 2021-2025.

Sebelumnya, PB ISSI menjadwalkan menyelenggar Munaslub pada tanggal 12-13 Maret 2021.

Namun, karena ada hal yang harus diselesaikan, maka pelaksanaan Munaslub PB ISSI diundur menjadi 2-3 April 2021.

Hal itu dikatakan langsung oleh Steering Committee Munaslub PB ISSI, Jadi Rajagukguk, di Kantor PB ISSI, Menara Olahraga, Senayan, Jakarta, Jumat (12/3/2021).

"Dalam kesempatan baik ini, kami PB ISSI yang diwakili Sekjen (Parama Nugroho), saya (Jadi Rajagukguk), Ketua tim penjaringan (Basiruddin), menegaskan bahwa seyogyanya Munaslub diadakan pada tanggal 12-13 Maret di Fairmont. Namun, karena ada satu dan lain hal, penyelenggaraan Munaslub PB ISSI menjadi mundur pada tanggal 2-3 April di Fairmont,” kata Jadi Rajagukguk dikutip dari Tribunnews.com.

Baca juga: Tiga Kementerian Bakal Dukung PB ISSI Gelar Turnamen Pasca Pandemi Covid-19

Baca juga: Kampanyekan PON Papua 2021, PB ISSI Gelar Gowes Sepeda Jakarta-Papua

Baca juga: Bidik Medali di Olimpiade, PB ISSI Datangkan Kosultan yang Juga Juara Dunia Keirin

Jadi Rajagukguk menjelaskan bahwa mundurnya jadwal Munaslub PB ISSI, karena di kepemimpinan Raja Sapta Oktohari masih harus menyelesaikan laporan administrasi.

“Hal-hal yang membuat mundur, karena di akhir kepengurusannya, Pak Okto (panggilan Raja Sapa Oktohari) ingin menyelesaikan semua laporannya, baik atlet, pelatih, event, sarana prasarana yang dikelola PB ISSI, termasuk yang tidak kalah pentingnya organisasi baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten Kota,” jelas Jadi Rajagukguk.

Seperti diketahui, posisi Ketua Umum PB ISSI sempat ada kekosongan setelah Raja Sapta Oktohari menjadi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) sejak Oktober 2019.

Jabatan Okto yang rangkap dianggap tidak sesuai dengan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KOI.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved