Breaking News:

Mafia Tanah

Ini Alasan Koordinator MAKI Minta Polda Metro Jaya Cepat Berantas Mafia Tanah di Jakarta

Masyarakat Antikorupsi Indonesia meminta Polda Metro Jaya cepat memberantas mafia tanah di Jakarta, terlebih saat ini telah ada Satgas Antimafia Tanah

Editor: Hertanto Soebijoto
TRIBUNNEWS/ILHAM RIAN PRATAMA
MAKI meminta Polda Metro Jaya cepat memberantas mafia tanah di Jakarta, karena saat ini telah ada Satgas Antimafia Tanah. Foto dok: Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman menyerahkan profil lengkap sosok king maker kasus Djoko Tjandra kepada KPK, Selasa (23/2/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Dino Patti Djalal, mantan Duta Besar RI untuk Amerika Serikat dan mantan Wakil Menteri Luar Negeri melaporkan kasus mafia tanah yang menimpa ibunya.

Aparat penegak hukum pun langsung merespon laporan Dino Patti Djalal, dan bahkan sudah ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) meminta Polda Metro Jaya cepat memberantas mafia tanah di Jakarta, terlebih saat ini telah ada Satgas Antimafia Tanah.

"Dengan adanya satgas itu kami minta dan harapkan pemberantasan mafia tanah di Jakarta yang sudah terungkap beberapa kasus, untuk dipercepat," kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman di Jakarta, Jumat (12/3/2021).

Boyamin menyebutkan, saat ini setidaknya ada tiga kasus yang tengah ditangani, yakni kasus mafia tanah dengan korban mantan Wamenlu Dino Patti Djalal, kasus surat lahan di Cakung dan yang terbaru kasus di Kebon Sirih.

Sementara dalam kasus Dino dan kasus Cakung telah berproses bahkan ada yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Hendardi tak Setuju Semua Kasus Tanah Dikaitkan dengan Mafia Tanah

Baca juga: VIDEO Dijadikan Tersangka, Korban Mafia Tanah Laporkan Penyidik Ditreskrimum Polda Metro ke Propam

Sedangkan kasus mafia tanah di kawasan Kebon Sirih Jakarta Pusat dilaporkan oleh Dian Rahmiani  telah naik ke tahap penyidikan, namun belum ditentukan tersangkanya.

Menurut Boyamin, bila dua alat bukti sudah terpenuhi dari hasil penyidikan kasus tersebut, polisi seharusnya tidak perlu berlama-lama menetapkan tersangka, meskipun dalam penyidikan umum bisa saja polisi tidak langsung menetapkan tersangka.

Tetapi demi segera menuntaskan penanganan perkara dan demi melindungi korban yang telah dirugikan, polisi seharusnya bergerak cepat menuntaskan kasus tersebut.

"Saya mendesak aparat Kepolisian dalam penanganan perkara ini, termasuk kasus perkara korupsi maupun perkara umum, demi membela kepentingan korban, maka polisi harus segera menetapkan tersangka dan membawanya ke jaksa penuntut untuk selanjutnya dibawa ke pengadilan, nanti status salah-tidaknya biarkan pengadilan memutuskan," ujarnya.

Baca juga: WADUH Resmob Polda Metro Diduga Back-up Mafia Tanah,Korban Rugi Rp100 Miliar Kini Laporkan ke Propam

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved