Breaking News:

Serie A

Cristiano Ronaldo Proyek Gagal Juventus, tidak Bisa Membuat Juventus Juara Liga Champions

Perekrutan Cristiano Ronaldo dinilai sebagai proyek gagal Juventus, karena megabintang Portugal itu tak bisa membuat Juventus juara Liga Champions.

Juventus.com
Cristiano Ronaldo saat bermain melawan Porto di leg kedua Liga Champions. Perekrutan Ronaldo dinilai sebagai proyek gagal Juventus. 

WARTAKOTALIVE.COM -- JAKARTA Juventus harus kembali mengubur mimpi menjuarai Liga Champions, padahal kesebelasan itu telah diperbuat oleh megabintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo.

Kegagalan itu membuat Ronaldo jadi sorotan. Padahal, dia direkrut untuk membuat Juventus kembali berjaya di Eropa.

Namun, Juventus malah disingkirkan FC Porto di fase 16 besar Liga Champions 2020-2021. Mereka kalah agresivitas gol tandang (agregat 4-4). Selama tiga musim membela Juventus, CR7 paling tinggi mengantar I Bianconeri menembus babak perempat final Liga Champions, yaitu pada musim 2018-2019.

Banyak penggemar dan analis sepak bola menyebut niat utama Juventus mendatangkan Ronaldo pada musim panas 2018 untuk mengakhiri dahaga mengangkat tofi Liga Champions. Terakhir kali Juventus merasakan nikmat mengangkat trofi berjuluk La Orejona (Si Kuping Besar) itu adalah pada musim 1996-1997.

Sejak itu, I Bianconeri empat kali di final Liga Champions, tetapi selalu kalah dari lawan-lawannya. Kehadiran Ronaldo, yang mengoleksi lima trofi Liga Champions, tidak bisa mengakhiri kutukan untuk Juventus di pentas antarklub paling elite di Eropa itu.

Kata mantan kapten AC Milan, Massimo Ambrosini, Juventus telah gagal menjalankan proyeknya dengan merekrut CR7. “JIka tujuan merekrut Cristiano Ronaldo adalah menjuarai Liga Champions, maka proyek tersebut gagal,” kata Ambrosini, yang dua kali juara Liga Champions bersama Milan.

“Apabila misi mendatangkan Cristiano Ronaldo adalah untuk memberikan Juventus prestise, sebuah daya pikat, maka itu berhasil,” tambahnya.

Kendati demikian, Ambrosini tahu betul beban berat yang disandang Ronaldo selama berkostum Juventus. “Andai tujuannya hanyalah untuk menang, masalahnya akan rumit. Menjuarai Liga Champions sangat susah. Juventus bisa berbuat lebih banyak, tetapi mengarahkan semuanya kepada Cristiano terasa berlebihan,” kata Ambrosini.

Prestasi jelek Juventus di Liga Champions dalam rentang tiga musim belakangan berujung kepada munculnya spekulasi soal masa depan Ronaldo. Rumor terkait niat Juventus untuk membukakan pintu keluar buat Ronaldo mulai bermunculan.

Gaji Ronaldo yang setinggi langit ditambah usianya yang uzur, disebut tidak lagi relevan dengan misi Juventus, yang ingin meremajakan tim dan mengontrol beban finansial pada masa pandemi Covid-19.

Halaman
123
Penulis: Merdi Iskandar
Editor: Merdi Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved