Pariwisata

Gunung Salak Jadi Saksi Obrolan Menparekraf Sandiaga, Keluarga HT, dan 3 Kepala Daerah soal KEK Lido

Mengenakan kaos warna hitam bertuliskan Lido Music & Arts Center, Sandiaga melihat-lihat area KEK Lido dari ketinggian bersama keluarga Hary Tanoe.

Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melakukan perbincangan dengan keluarga Hary Tanoesoedibjo di atas bukit berlatar belakang Gunung Salak, di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (11/3/2021). Tampak bersama mereka Bupati Bogor Ade Yasin, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Deddy Taufik. 

"Saya berharap Lido Music and Arts Center akan menampung anak-anak muda Jawa Barat dengan budayanya masing-masing, seperti silat dan budaya lainnya..."

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Gunung Salak menjadi latar belakang saat Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno melakukan perbincangan dengan keluarga Hary Tanoesoedibjo (HT) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Gunung itu seakan memantau dan menjadi saksi obrolan mereka di perbukitan area KEK Lido, Rabu (10/3/2021) siang. 

Tidak terdengar jelas isi obrolan mereka tentang apa saja di atas bukit, tetapi dapat dipastikan membicarakan KEK Lido yang memiliki luas 3 ribu hektar.

Tampak Sandiaga mengenakan kaos warna hitam bertuliskan Lido Music & Arts Center, melihat-lihat area KEK Lido dari ketinggian dan berbincang dengan Hary Tanoe.

Selain Hary Tanoe, di bukit juga ada istri dari bos MNC Group itu yakni Liliana Tanoesoedibjo dan anaknya yang menjadi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo

Selain itu, Bupati Bogor Ade Yasin, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Deddy Taufik, turut terlibat dalam obrolan di atas bukit tersebut.

Baca juga: Kawasan Ekonomi Khsusus (KEK) Lido Jadi Pusat Kebangkitan Bogor Selatan

Baca juga: Sukseskan KEK Pariwisata Lido, Ridwan Kamil Sampaikan Terima Kasih Kepada Sandiaga Uno

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama keluarga Hary Tanoesoedibjo, Bupati Bogor Ade Yasin, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Deddy Taufik melihat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor dari atas bukit berlatar belakang Gunung Salak, Rabu (11/3/2021).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama keluarga Hary Tanoesoedibjo, Bupati Bogor Ade Yasin, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, Bupati Sukabumi Marwan Hamami, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat Deddy Taufik melihat Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor dari atas bukit berlatar belakang Gunung Salak, Rabu (11/3/2021). (Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono)

Lido Music & Arts Center

Sebelum berbincang di atas bukit dan melihat area KEK Lido dari atas ketinggian, Sandiaga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Lido Music & Arts Center dengan luas 5 hektare, yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini. 

"Saya berharap Lido Music and Arts Center akan menampung anak-anak muda Jawa Barat dengan budayanya masing-masing, seperti silat dan budaya lain yang harus kita angkat dan tumbuh bersama di kawasan ini," kata Sandiaga saat acara peletakan batu pertama.

Menurut Sandiaga, masyarakat sekitar, khususnya anak muda harus dilibatkan dalam setiap kegiatan di KEK Lido, yang akhirnya dapat menggerakkan ekonomi di kawasan Bogor dan Sukabumi. 

"KEK Lido ini akan menyerap 21.154 lapangan pekerjaan, dan tadi Ibu Bupati Bogor bisik-bisik, Pak Sandi kalau bisa dari Kabupaten Bogor (tenaga kerjanya), ya karena ini wilayahnya, tapi sebagian mungkin dari Sukabumi dan tentunya Kota Bogor," papar Sandiaga. 

Selain 21.154 tenaga kerja langsung tersebut, Menparekraf juga mencatat ada 84 ribu tenaga kerja tidak langsung. Berarti ada 100 ribu lebih lapangan kerja yang dihasilkan oleh MNC Group di dalam Lido City ini. 

Sandiaga pun mengingatkan, KEK Lido harus menampung karya-karya UMKM dan ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Barat.

Baca juga: Pihak Kadin Minta Kelompok UMKM Diberi Ruang Dalam Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di Lido Bogor

Baca juga: Ini Alasan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto Tetapkan Lido Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Lido Music & Arts Center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor, Rabu (10/3/2021).
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno bersama Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) melakukan peletakan batu pertama pembangunan Lido Music & Arts Center di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido, Kabupaten Bogor, Rabu (10/3/2021). (Tribunnews.com/Seno Tri Sulistiyono)

Hub desa wisata

Di sisi lain, lanjut Menparekraf, KEK Lido nantinya dapat dilengkapi dengan Desa Wisata yang ada di sekitaran Sukabumi dan Kabupaten Bogor, seperti Desa Batulayang di Cisarua Bogor. 

"Harapan kami bahwa ini menjadi hub untuk pengembangan desa-desa wisata. Ada tracking, camping budaya setempat maupun juga perkembangan wisata berbasis alam terbuka," ucap Sandiaga. 

"Dan secara umum, KEK Lido Ini akan adi lokomotif membangkitkan pariwisata dan ekonomi kreatif di masa pandemi," imbuhnya.

Pertama di Indonesia

Sementara itu, Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo (HT) mengatakan, kawasan music and arts center di KEK Lido memiliki kapasitas 50 ribu orang dan bertaraf internasional di Asia Tenggara. 

"Lido Music and Arts Center akan siap menjadi tempat festival musik dan seni outdoor berkelas dunia pertama di Indonesia," ucap Hary. 

Lido Music & Arts Center dibangun di atas tanah seluas 5 hektar yang terletak di KEK Lido, dengan konsep amphitheater. Proses pembangunan ditargetkan dapat selesai pada akhir tahun ini. (Seno Tri Sulistiyono)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved