Breaking News:

VIDEO Suster Ann Roza Nu Tawng Bertaruh Nyawa Melindungi Para Demonstran Penentang Kudeta di Myanmar

Di Kota Myitkyin, biarawati Suster Ann Roza Nu Tawng kembali berlutut dan memohon berkali-kali kepada militer agar tidak berbuat kekerasan

Editor: Murtopo
Youtube Wartakotalive.com
Suster Ann Roza Nu Tawng kembali menjadi pembicaraan setelah bertaruh nyawa melindungi para demonstran penentang kudeta di Myanmar. 

WARTAKOTALIVE.COM -- Suster Ann Roza Nu Tawng kembali menjadi pembicaraan setelah bertaruh nyawa melindungi para demonstran penentang kudeta di Myanmar.

Di Kota Myitkyin, biarawati tersebut kembali berlutut dan memohon berkali-kali kepada militer agar tidak berbuat kekerasan, apalagi membunuh demonstran.

"Pertama kali saya memohon kepada polisi agar tidak memukul, tidak menangkap, tidak menindak para pengunjuk rasa, karena pengunjuk rasa tidak melakukan hal buruk, mereka hanya meneriakkan slogan-slogan," katanya, dilansir Sky News.

"Dan polisi mengatakan kepada saya 'kami dari sini, kami harus melakukan ini. Harap menjauh dari sini," lanjutnya.

Baca juga: Kudeta Myanmar Disebut untuk Melindungi Bisnis Junta Militer, Ini Sumber Kekayaan Tatmadaw

Sementara itu jumlah korban tewas terus bertambah buntut aksi brutal aparat keamanan menghadapi demonstran anti kudeta militer.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (9/3/2021), tiga demonstran tewas di Myanmar pada Senin (8/3/2021), kata para saksi mata, ketika demonstran di seluruh negeri berusaha melumpuhkan perekonomian dengan aksi mogok menyusul akhir pekan penggerebekan dan penangkapan malam oleh aparat keamanan.

Toko-toko, pabrik, dan bank ditutup di kota utama Yangon.

Baca juga: YouTube Blokir 5 Saluran YouTube Milik Junta Militer Myanmar

Foto-foto yang diposting di Facebook menunjukkan mayat dua pria tergeletak di jalan di kota utara Myitkyina.

Saksi mata mengatakan mereka yang tewas mengambil bagian dalam aksi protes ketika polisi menembakkan granat kejut dan gas air mata. Beberapa orang kemudian terkena tembakan dari bangunan di dekatnya.

Satu saksi, yang mengaku membantu memindahkan mayat-mayat itu, mengatakan kepada Reuters, dua orang ditembak di bagian kepala dan meninggal di tempat. Tiga orang lainnya terluka.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved