Berita Video

VIDEO Bos Perusahaan di Pademangan yang Cabuli Karyawati Masuk Islam dan Disunat di Tahanan

"Keluarga tahu, pernyataan sudah saya bikin, keluarga mendukung, istri juga mendukung. Karena sebelum saya di sini,

Penulis: Junianto Hamonangan | Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, KOJA- JH (47), bos perusahaan di Pademangan, Jakarta Utara yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap karyawatinya sendiri menjalani proses sunat setelah memutuskan menjadi mualaf.

Pria dengan empat orang anak tersebut awalnya dikeluarkan dari jeruji besi dengan didampingi anggota untuk menuju ke sebuah ruangan di tahanan Mapolres Metro Jakarta Utara.

Ketika dirinya sempat dihampiri Wakapolres Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi. Keputusan menjadi mualaf diakui JH merupakan keinginan pribadinya yang mendapat dukungan dari keluarga.

"Keluarga tahu, pernyataan sudah saya bikin, keluarga mendukung, istri juga mendukung. Karena sebelum saya di sini, memang saya sudah mendapat pencerahan. Memang saya punya keinginan (menjadi mualaf)," kata JH.

Keinginan JH menjadi mualaf juga diperkuat dengan adanya salah satu momen yang dianggap tersangka membuka hati dan pikirannya.

Ditambah lagi beberapa hari sebelumnya, JH yang mendekam di penjara mendengar rekan satu sel tahanannya mengumandangkan adzan. JH juga tergerak hatinya saat rekannya menunaikan salat.

"Saya bilang hati saya terenyuh, hati saya menyaksikan secara langsung begitu besarnya, bermaknanya tatanan salat ini bagi hidup saya," ucap JH.

Setelahnya JH disunat oleh anggota Tim Dokkes Polres Metro Jakarta Utara. Usai disunat, JH mendapatkan cinderamata dari para anggota seperti peci, sarung, hingga tasbih.

Kasat Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) Polres Metro Jakarta Utara Kompol Sutikno mengatakan keinginan JH untuk jadi mualaf sudah ada sejak bertahun-tahun silam.

"Kita baru saja melakukan khitan untuk saudara JH. Dia pun karena kemauan sendiri memutuskan menjadi mualaf dan disunat di rutan Polres Metro Jakarta Utara," kata Sutikno.

Ketika itu dirinya pernah mendapatkan tasbih dan sorban dari salah satu pemuka agama di wilayah Jawa Timur. Momen itu membuat JH akhirnya memilih keputusan jadi seorang mualaf.

"Ini sudah lama, karena dia mendapat mukjizat, dia cerita-cerita sehingga saat teman-temannya lagi salat, dia merenung, dan dia sendiri sadar bahwa dia pernah mendapatkan tasbih dan sorban dari kiyai di Jawa Timur," kata Sutikno.

Sebelumnya JH (47) ditangkap aparat Polres Metro Jakarta Utara usai melakukan pelecehan seksual terhadap dua karyawatinya masing-masing berinisial DF (25) dan EFS (23).

Belakangan diketahui korban pencabulan JH berjumlah empat orang. Namun dua orang lainnya memilih tidak melaporkan peristiwa yang dialami karena sudah memiliki kehidupan pribadi.

Selanjutnya kasus pelecehan seksual itu ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Metro Jakarta Utara. JH dijerat Pasal 289 KUHP tentang pelecehan seksual dengan ancaman 9 tahun penjara. (jhs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved