Ketum KOI Raja Sapta Oktohari Bakal Panggil PP PBVSI Terkait Status Terbaru Aprilia Manganang

Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari akan membantu menyelesaikan persoalan yang bakal timbul seputar Aprilia Manganang.

Penulis: Abdul Majid | Editor: Max Agung Pribadi
Tribunnews/Abdul Majid
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari bersama Menpora Zainudin Amali saat menegaskan bahwa peluang Indonesia jadi tuan rumah Olimpiade 2032 masih terbuka lebar di Istora Senayan, Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (NOC), Raja Sapta Oktohari akan membantu menyelesaikan persoalan yang bakal timbul setelah atlet Timnas voli putri Indonesia, Aprilia Manganang dinyatakan sebagai pria.

Pasalnya, saat membela Timnas Voli Putri dirinya telah melahirkan prestasi yakni medali perunggu SEA Games 2013 Myanmar dan SEA Games 2015 Singapura dan medali perak SEA Games 2017 Kuala Lumpur, Malaysia.

Untuk menyelesaikan persoalan itu, Raja Sapta Oktohari bakal berkomunikasi lebih dulu dengan PP PBVSI dan Aprilia.

Baca juga: VIDEO Aprilia Manganang Dipastikan Pria, Menpora Zainudin Amali Beri Tanggapan Ini

“Pertama, nanti kami akan mengundang cabor voli untuk duduk bersama NOC, apabila memungkinkan kami juga akan menghadirkan atletnya dan keluarga duduk sama-sama untuk cari titik temu dulu. itu awalnya,” kata Okto sapaan akrabnya saat ditemui di Kantor NOC, Senayan, Jakarta, Rabu (10/3/2021).

“Setelah itu kami melangkah lebih lanjut, NOC tentunya tidak sendirian baik itu nanti dengan cabor, dengan Kemenpora dan juga tentunya dengan organisasi yang mewadahi, baik itu SEAGAV, Asean Kontinental,” jelasnya.

Okto percaya apa yang dialami Aprilia bukanlah kejadian pertama di dunia olahraga.

Baca juga: Kronologi Ditetapkannya Aprilia Manganang Mantan Atlet Voli Putri Nasional Sebagai Laki-laki

Untuk itu ia akan berusaha agar prestasi Aprilia yang sudah didapatkan sebelumnya tak dicabut.

Menurutnya yang terjadi sekarang ini kepada Aprilia bukan salah dia. Hanya proses pemeriksaan terbaru dari kedokteran, sedangkan pemeriksaan sebelumnya Aprilia tetap sah dinyatakan sebagai wanita.

“Saya percaya bahwa ini bukan kejadian pertama di dunia, tinggal sekarang bagaimana dalam negosiasi kita akan mendapat nilai tawar tertinggi untuk indonesia, jadi saya juga mohon jangan salah persepsi,” kata Okto.

Baca juga: Menpora Zainudin Amali Menilai Kasus yang Menimpa Aprilia Manganang Kejadian yang Tidak Disengaja

“Hal yang terjadi saat ini bukan hal yang luar biasa, ini adalah hal yang biasa.ini sepenuhnya wewenang dari tim kedokteran, dan atlet tidak salah apa-apa, karena atletnya sudah menjalani proses baik sebelum berangkat SEA Games, saat SEA games, sampai setelah SEA games,” tuturnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved