Breaking News:

Buronan Kejaksaan Agung

Banding Vonis 4 Tahun Penjara, Irjen Napoleon Bonaparte: Saya Lebih Baik Mati

Eks Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu dengan nada lantang menyatakan menolak dan bakal ajukan banding.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/IGMAN IBRAHIM
Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte, dijatuhi vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis 4 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan, kepada Irjen Napoleon Bonaparte.

Ia terbukti menerima suap dari Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Usai menyelesaikan pembacaan putusan, hakim ketua Muhammad Damis meminta tanggapan Napoleon atas vonis tersebut.

Baca juga: Dianggap Lempar Batu Sembunyi Tangan, Irjen Napoleon Bonaparte Dihukum 4 Tahun Penjara

Eks Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri itu dengan nada lantang menyatakan menolak dan bakal ajukan banding.

"Saya menolak putusan hakum dan mengajukan banding," tegas Napoleon yang duduk di kursi pesakitan, di ruang sidang utama Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/3/2021).

Bahkan, Napoleon dengan tegas mengatakan lebih baik mati ketimbang martabat keluarganya dilecehkan lewat perkara dan vonis hari ini.

Baca juga: Sore Ini Nurhadi Divonis Hakim, Kuasa Hukum Berharap Kliennya Dibebaskan dari Segala Dakwaan

"Cukup sudah pelecehan martabat yang saya derita dari Juli tahun lalu sampai hari ini."

"Saya lebih baik mati daripada martabat keluarga dilecehkan seperti ini," ucapnya.

Sebab, merujuk pernyataannya di sidang pleidoi, dirinya mengaku adalah korban kriminalisasi institusi Polri.

Baca juga: Kubu Moeldoko Tuding AD/ART Partai Demokrat Langgar UU Parpol, Tiga Pasal Ini Jadi Acuan

Ia juga mengatakan jadi korban malapraktik dalam penegakan hukum.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved