Breaking News:

Jokowi Ajak Rakyat Benci Produk Luar Negeri, Indef: Kalau Dibalas Ekspor Kita Dipersulit Gimana?

Menurutnya, negara mitra dagang Indonesia dapat bereaksi dengan menghambat ekspor produk Indonesia.

Editor: Yaspen Martinus
Tangkap Layar Akun YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi mengajak rakyat membenci produk dari luar negeri. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ahmad Heri Firdaus, peneliti Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan, kalimat benci produk asing yang disampaikan Presiden Joko Widodo, bisa berimplikasi negatif.

Menurutnya, negara mitra dagang Indonesia dapat bereaksi dengan menghambat ekspor produk Indonesia.

"Penggunaan diksi benci produk asing tidak tepat, karena berpotensi memicu protes dari negara mitra dagang."

Baca juga: Partai Demokrat: Ada Kekuatan Besar di Belakang Moeldoko

"Dan juga berpotensi dibalas ekspor kita dipersulit gimana?” ucap Ahmad saat webinar Indef, Senin (8/3/2021).

Ahmad mengatakan, pernyataan itu tidak sejalan dengan nawacita, yakni meningkatkan kinerja ekspor RI dan investasi.

Dia menekankan, sudah tepat Pemerintah Indonesia menjalin kerja sama perdagangan internasional dengan berbagai negara.

Baca juga: Ogah Ribut-ribut, AHY Bakal Senyumin Moeldoko Andai Bertemu di Kemenkumham

Karena itulah, sangat tidak tepat jika menerapkan strategi benci terhadap produk luar negeri.

"Sifatnya kerja sama dagang itu, kalau kita mau ekspor banyak, kita harus mau terima barang dagangannya dia (mitra dagang)."

"Itu yang perlu kita atur kira-kira impor apa saja yang dibutuhkan," tutur Ahmad.

Baca juga: Din Syamsuddin: KLB Partai Demokrat Atraksi Politik dan Tragedi Demokrasi yang Fatal

Ahmad menambahkan, yang dibutuhkan adalah strategi menekan impor untuk peningkatan daya saing produk Indonesia.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved