Breaking News:

Covid

dr Mariya Mubarika Menyebut Bahwa Tenaga Medis Berisiko Tiga Kali Lebih Besar Terpapar Virus Corona

Sekretaris Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, dr Mariya Mubarika, katakan bahwa tenaga medis berisiko terinfeksi Covid.

Editor: Sigit Nugroho
istimewa
Sekretaris Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, dr Mariya Mubarika 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Tenaga perawat dan sumber daya masyarakat (SDM) kesehatan lainnya memiliki risiko tiga kali lipat lebih besar untuk terinfeksi virus corona (Covid-19), meskipun pada negara yang pengendalian virus corona baik sekalipun. 

Demikian hasil jurnal terbaru yang disampaikan Sekretaris Bidang Perlindungan Tenaga Kesehatan Satgas Penanganan Covid-19, dr Mariya Mubarika, dalam Nursing Zoominar Episode ke-226 bertema “Perlindungan Perawat di Masa Pandemi Covid-19” yang diselenggarakan Perhimpunan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Senin (8/3/2021) siang. 

Pada zoominar yang dihadiri 1.530 perawat se-Indonesia, baik dari zoom dan live YouTube, Mariya mengungkapkan bahwa banyak laporan dokter menyampaikan keluhan perawat khawatir tertular Covid-19.

Perawat tidak memiliki tempat khusus ketika pulang ke rumah.

Ditambah lagi terdapat bayi di rumah, orang tua dengan komorbid (penyakit penyerta), yang berakibat perawat bekerja dengan mental dilema antara tuntutan keselamatan diri dan orang tua. 

“Ini jadi imbalance kerja dan kehidupan yang sadar atau tidak ini pernah dialami semua. Keluarga terlantar, dan kurangnya informasi akurat,” kata Mariya dalam siaran persnya kepada Warta Kota, Selasa (9/3/2021).

Oleh karena itu, wanita yang juga menjadi Ketua Bidang Advokasi Legislasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu pun mengajak tenaga perawat lebih cerdas dari virus.

Artinya, perawat harus bisa memahami dengan benar karakteristik virus, agar dapat menghindar atau jangan sampai tertular dari virus corona ini dan jika terinfeksi sekalipun tidak sampai parah.

Cukup di fase 1 yang tidak ada risiko kerusakan apa-apa pasca penyembuhan.

Salah satunya adalah dengan menjaga imunitas kesehatan tubuh tetap prima serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved