Breaking News:

Berita Nasional

Ada Dua Ribuan Konten Hoaks Soal Covid-19 dan Vaksinasi, Langsung Ditakedown Kominfo, Ini Rinciannya

Dua ribuan berita bohong atau kabar bohong atau hoaks ditemukan Kemenkominfo soal Covid-19 dan program vaksinasi Covid-19 di medsos.

Istimewa
Ilustrasi: Dua ribuan berita bohong atau kabar bohong atau hoaks ditemukan Kemenkominfo soal Covid-19 dan program vaksinasi Covid-19 di medsos. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Isu berita bohong atau hoaks, masih meramaikan program vaksinasi Covid-19 yang sedang dilakukan pemerintah.

Pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun harus turun tangan, untuk halau berbagai isu berita bohong yang disebar melalui berbagai media sosial (medsos).

Jajaran Kominfo gencar melakukan edukasi dan cek fakta agar masyarakat tidak terhasut informasi sesat, hingga berita bohong melalui medsos.

Baru-baru ini, Kominfo telah mengidentifikasi sebanyak 609 isu hoaks yang berkaitan dengan vaksin Covid-19.

Baca juga: Senator Nono Sampono Ingatkan Masyarakat Agar Tak Termakan Hoaks Pengurusan Sertifikat Tanah

Baca juga: CEO RS Premier Bintaro Sebut Berita Hoaks Tentang Covid-19 Buat Masyarakat Resah dan Ketakutan.

Baca juga: Anang Hermansyah Pastikan Kabar Ashanty Meninggal Dunia Hoaks, Namun Akui Sempat Bikin Waswas

Jumlah temuan itu bersifat akumulatif sejak rencana program vaksinasi bergulir, Kominfo menegaskan isu hoaks diprediksi akan terus tersebar seiring program vaksinasi yang tengah bergulir.

"Kalau soal isu atau hoaks tentang vaksin sendiri per pagi hari saja sudah menyentuh di angka 609 isu terkait vaksin Covid-19," ujar Staf Khusus Menteri Kominfo Dedy Permadi dalam webinar Vaksin untuk Negeri, Selasa (9/3/2021).

Dedy mengatakan, meski jumlah berita hoaks itu terbilang banyak, pihaknya kini telah bekerja untuk turunkan jumlah isu tak benar terkait vaksin Covid-19.

Dia mencontohkan, berbagai jenis hoaks tentang vaksin banyak beredar di berbagai platform medsos mulai dari YouTube, Instagram, dan Twitter.

Adapun konten hoaks itu berupa tulisan, link berita yang mencatut atau diedit, foto palsu hingga video yang dinarasikan sesat.

Dedy mengambil contoh yakni haox tentang banyaknya data orang meninggal karena vaksin Covid-19, mulai dari tenaga kesehatan, masyarakat maupun wartawan.

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved