Breaking News:

Partai Politik

Usai Jadi Ketum Partai Demokrat versi Deliserdang, Moeldoko Didesak Mundur Sebagai KSP Atau Dicopot

Moeldoko telah memantapkan diri menjadi Ketua Umumm Partai Demokrat versil KLB Deli Serdang. Kini desakan agar Moeldoko mundur sebagai KSP menguat.

Istimewa
Presiden Jokowi dan saat mendampinho Moeldoko selaku Ketua HKTI. Moeldoko yang kini menjabat Ketum Partai Demokrat versi KLB Deliserdang didesak mundur selaku KSP. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Moeldoko telah memantapkan diri menjadi Ketua Umumm Partai Demokrat versil KLB Deli Serdang.

Kini desakan agar Moeldoko mundur sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) menguat.

Jika tak mau mundur sejumlah pihak mendesak agar Jokowi mencopot Moeldoko dari jabatannya sebagai  KSP.

Baca juga: Mantan Sekjen MUI Sarankan Moeldoko Tiru Megawati, Bikin Partai Baru Lalu Bersaing di 2024

Baca juga: Ogah Ribut-ribut, AHY Bakal Senyumin Moeldoko Andai Bertemu di Kemenkumham

Hal itu lantaran keberadaan Moeldoko yang menjabat sebagai ini, berpotensi membawa pengaruh buruk bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Terlebih, atas keterlibatannya dalam pusaran kekisruhan di tubuh Demokrat, Moeldoko dianggap berpotensi mencemarkan nama Presiden.

Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang, Sumatera Utara, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyampaikan pidato politik pertamanya, Jumat (5/3/2021) malam.
Ketua Umum Partai Demokrat hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Deliserdang, Sumatera Utara, Jenderal (Purn) TNI Moeldoko menyampaikan pidato politik pertamanya, Jumat (5/3/2021) malam. (Tangkap Layar Kompas TV)

Pengamat Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia, Ade Armando, turut serta menyarankan agar Moeldoko mundur dari jabatannya sebagai KSP.

Ia menilai, kesediaannya menjadi Ketum Partai Demokrat versi KLB sulit dilepaskan dari persepsi kedekatannya dengan Joko Widodo.

Baca juga: Pasangan AHY Saat Jadi Cagub DKI Lawan Ahok dan Anies Kini Kena Tipu Komplotan Narapidana

Ade menganggap, hal tersebut bisa merugikan Presiden.

"Mengingat dia orang dekat Pak Jokowi dan jangan sampai ada tuduhan macam-macam, seperti KLB kemarin atas dasar perintah Pak Jokowi."

"Dan juga membersihkan reputasi Istana dari campur tangan dalam urusan internal Partai Demokrat, maka dia (Moeldoko) harus mundur."

Halaman
1234
Editor: Wito Karyono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved