Breaking News:

Ungkap Prostitusi di Apartemen, Polisi Amankan Muncikari, 12 PSK, 7 Calo, dan Dua Pria Hidung Belang

Pelaku melakukan istilahnya open booking order (buka pesanan), melalui Michat, sebuah medsos,” ucapnya.

Penulis: Andika Panduwinata | Editor: Dedy
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jajaran Polrestro Tangerang membongkar praktik prostitusi online yang melibatkan sejumlah mucikari dan belasan gadis penghibur. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG --- Praktik prostitusi dengan cara memesan perempuan atau open booking order (BO) di apartemen di Jalan Marsekal Surya Darma, Neglasari, Kota Tangerang, dibongkar jajaran Polrestro Tangerang, Sabtu (6/3/20121) malam.

“Pelaku (muncikari--red) berinisial EMT (41),” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Deonijiu De Fatima di Polrestro Tangerang, Senin (8/3/2021).

Perempuan itu ditangkap karena menyediakan tempat prostitusi.

Ada pun untuk pemesanan perempuan tersebut dilakukan dengan aplikasi kencan.

“Pelaku melakukan istilahnya open booking order (buka pesanan), melalui Michat, sebuah medsos,” ucapnya.

Selain menangkap mucikari tersebut, lanjut Deonijiu, aparat kepolisian juga mengamankan 12 wanita pekerja seks, tujuh pria sebagai calo, dan dua pria hidung belang.

Kombes Deonijiu menjelaskan, aparat kepolisian juga mengamankan beberapa barang bukti seperti satu boks kondom, uang tunai sebesar Rp 755 ribu, dan sebuah ponsel berisi percakapan.

Ia menambahkan, tersangka EMT menyediakan kamar apartemen untuk para wanita berkencan bersama pelanggannya dengan harga Rp 150 ribu per tiga jam.

“Setelah menerima tamu tersangka menerima uang Rp 50 ribu,” kata Deonijiu.

Ada pun tarif wanita open BO ini sebesar Rp 500 ribu sampai Rp700 ribu untuk sekali kencan.

“Pelaku kami kenakan Pasal 296 KUHP, karena mata pencahariannya (pelaku) menyediakan atau mempermudah perbuatan cabul. Ancaman hukuman penjaranya 1 tahun 4 bulan,” ungkapnya.

Dirinya mengimbau pada masyarakat yang memiliki anak agar memberikan pengawasan yang ketat dan menjaga anak masing-masing dari pergaulan bebas.

“Membatasi juga anak-anak untuk menggunakan media sosial,” papar Kapolres.

Baca juga: Dihadapan Anggota Komisi I DPRD Lurah Pekayon Jaya Akui Colek Bokong Si Pelayan di Ruang Binmaspol

Baca juga: Tak Banyak Komentar Soal Dugaan Kasus Pelecehan, Lurah Pekayon Jaya Cuma bisa Bilang Insya Allah

Baca juga: Selain Pemandangan Landskap yang Indah, Ini Keunggulan Lain Desa Wisata Batu Layang Cisarua Bogor

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved