Breaking News:

Partai Politik

Relawan Nilai Konflik Partai Demokrat Ganggu Jokowi dan Untungkan AHY di Pilpres 2024

Mereka menilai pengambilalihan Partai Demokrat tidak beretika politik, dan berbahaya buat Presiden Jokowi dan demokrasi.

Editor: Yaspen Martinus
@jokowi
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) diterima Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2019) siang. Konflik di Partai Demokrat dianggap ganggu Jokowi. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Relawan Jokowi menilai kongres luar biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat pekan lalu, merupakan kemunduran demokrasi.

KLB Partai Demokrat yang mendapuk Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko sebagai ketua umum tersebut, justru membahayakan Presiden Jokowi.

Mereka menilai pengambilalihan Partai Demokrat tidak beretika politik, dan berbahaya buat Presiden Jokowi dan demokrasi.

Baca juga: Kuasa Hukum, Bagaimana Mungkin Nurhadi Bisa Urus Perkara Orang Lain? Praperadilan Saja Ditolak

"Dengan segala hormat, apa yang dilakukan Moeldoko tidak baik."

"Ini jelas pastinya bisa mengganggu pikiran Presiden Jokowi, " kata Ketua Jokowi Mania (Joman) Immanuel Ebenezer alias Noel, saat dihubungi, Minggu (7/3/2021).

Noel mengatakan, pengambilalihan Partai Demokrat tersebut jelas menyeret pejabat Istana.

Baca juga: Dua Skenario Solusi Ini Bisa Terjadi pada Partai Demokrat Usai KLB Deli Serdang, Pilih yang Mana?

Sehingga, muncul narasi untuk pertama kalinya di era reformasi, pejabat Istana terlibat langsung merebut partai politik.

Padahal, kata dia, Presiden Jokowi sama sekali tidak terlibat dalam KLB tersebut.

"Salah kalau disebut Pak Jokowi intervensi Partai Demokrat, karena Pak Jokowi tidak tahu sama sekali," ujarnya.

Baca juga: Mesut Ozil Posting Foto Berlatar Belakang Masjid Istiqlal, Netizen: Ada Apa Nih?

Noel meyakini perebutan Partai Demokrat merupakan konflik internal lama.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved