Breaking News:

Dihadapan Anggota Komisi I DPRD Lurah Pekayon Jaya Akui Colek Bokong Si Pelayan di Ruang Binmaspol

Guna mengklarifikasi kasus dugaan pelecehan seksual yang menjeratnya, Lurah Pekayon Jaya, Rahmat Jamhari memenuhi panggilan Komisi I DPRD

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Dedy
Warta Kota
Lurah Pekayon Jaya, Rahmat Jamhari 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI --- Guna mengklarifikasi kasus dugaan pelecehan seksual yang menjeratnya, Lurah Pekayon Jaya, Rahmat Jamhari memenuhi panggilan Komisi I DPRD Kota Bekasi, Senin (8/3/2021).

Abdul Rozak Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi Fraksi Partai Demokrat menjelaskan pemanggilan Rahmat didampingi oleh Kabid Penilaian Kinerja dari Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi, Meri.

“Terkait pembahasan di dalam, kami Komisi I beserta teman-teman bertanya langsung kepada lurah yang bersangkutan, bersamaan dengan viralnya berita pelecehan seksual yang diduga dilakukan oleh Lurah Pekayon Jaya,” kata Rozak saat dikonfirmasi, Senin (8/3/2021).

Saat dipanggil, Rahmat menjelaskan kepada Komisi I bahwa pengakuan korban ER pada pelaporan polisi, tak sepenuhnya benar. Namun, ia mengakui terdapat beberapa hal yang telah dilakukannya.

“Pertama, Lurah Pekayon Jaya menjawab bahwa dia tidak melakukan seperti yang disangkakan, tapi diakui oleh beliau ‘bahwa saya menepuk menepuk pantat’, kalau bahasa kasarnya, bokong si wanita tersebut,” ujarnya.

Ia menyanggah telah meremas payudara korban saat dikunci di dalam sebuah ruangan. Tempat Rahmat melakukan hal tak senonoh tersebut, diakuinya berada di ruang Binmaspol.

Ruangan Binmaspol, sambung Rozak, tak memiliki lubang kunci sehingga tak bisa dikunci.

“Nah, itu dilakukannya bukan di ruangan lurah, tapi ruangan Binmaspol yang pintunya memang tidak terkunci, bahkan pintu tersebut memang tidak ada kunci. Itu yang diakui oleh lurah,” kata Rozak.

Dugaan pelecehan seksual berkali-kali ditanyakan oleh para Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi. Rahmat pun kembali menyangkal, ia hanya mengakui telah mencolek bokong ER yang dianggapnya sebuah candaan.

“Dia jawab tidak (melecehkan), tapi dia bilang, ‘Saya tidak pungkiri, saya melakukan yang tadi (colek bokong), becandaan, karena itu pun bukan di ruangan saya Pak, tapi di ruangan binmaspol. Itu pun si korban atau pelapor itu jualan bersama suaminya’. Begitu kata Pak Lurah,” tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved