Penerbangan

Penumpang Wings Air Buka Pintu Darurat Jelang Keberangkatan, Ini Sanksi yang Dikenakan

Penumpang Wings Air membuka pintu darurat sebelum pesawat akan berangkat dari Kualanamu ke Bandara Binaka

Istimewa
Peristiwa heboh penumpang pesawat Wings Air rute Bandara Kualanamu ke Gunung Sitoli tiba-tiba buka pintu darurat jelang keberangkatan, Minggu (7/3/2021) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA --  Salah satu penumpang maskapai Wings Air rute Bandara Kualanamu, Medan, tujuan Bandara Binaka, Kabupaten Gunung Sitoli, Sumatera Utara, mendadak heboh.

Penumpang Wing Air membuka jendela darurat atau emergency exit window saat pesawat akan melakukan keberangkatan.

Terkait hal tersebut Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro menjelaskan, penumpang laki-laki berinisial HS tiba-tiba membuka emergency exit window saat persiapan keberangkatan pesawat selesai.

Tindakan tersebut, lanjut Danang, membuat awak kabin menurunkan seluruh penumpang dan diarahkan kembali ke ruang tunggu keberangkatan di bandara.

Baca juga: Lion Air Group Tidak Perpanjang Kontrak 2.600 Karyawan di Unit Wings Air dan Batik Air

"Adanya kondisi tersebut, maka kami mengacu pada standar operasional prosedur, dengan menginformasikan kepada petugas layanan darat dan petugas keamanan terhadap salah satu penumpang tersebut," kata Danang dalam keterangannya, Minggu (7/3/2021).

Danang juga mengungkapkan, dengan adanya kejadian mengakibatkan keterlambatan keberangkatan Wings Air penerbangan IW-1248 yaitu 55 menit.

"Penerbangan Wing Air dengan kode memiliki jadwal keberangkatan pada 08.45 WIB. Kejadian tersebut membuat pesawat harus diberangkatkan pukul 09.04 WIB," kata Danang.

Baca juga: Penumpangnya Kedapatan Tak Menggunakan Masker saat di Dalam Pesawat, ini Kata Citilink

Ia juga mengatakan, bahwa seluruh operasional penerbangan maskapai Wings Air tentunya sangat mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.

"Maka dari itu, kami mengimbau kepada penumpang untuk tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan kenyamanan saat di darat serta sedang mengudara," ujar Danang.

Tindakan yang dilakukan oleh penumpang indisipliner atau unruly disruptive passenger, ungkap Danang, akan mendapatkan sanksi tegas dan memiliki konsekuensi hukum. 

Sanksi penumpang 

Dikutip Wartakotalive.com dari tulisan H. Alvy Pongoh di Kompasiana, tindakan-tindakan yang dilakukan oleh para penumpang indisipliner atau “unruly/disruptive passenger” akhirnya memiliki konsekuensi  hukum.

Dimana pihak maskapai penerbangan ataupun para penumpang lain yang merasa dirugikan tentunya berhak untuk melaporkan penumpang indisipliner tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses secara hukum.

Bisa dilihat dari kasus penumpang Mandala beberapa tahun lalu bernama Herawati yang diturunkan dari pesawat beserta 6 orang penumpang lainnya di bandara Pekanbaru yang dilaporkan oleh pihak maskapai penerbangan Mandala kepada pihakberwajib serta kasus penumpang Sriwijaya bernama Zakaria yang dilaporkan pula ke pihak berwajib atas tindakan pemukulan yang dilakukannya kepada seorang pramugari bernama Febriyani di bandara Pangkal Pinang. Zakaria marah karena berulangkali ditegur oleh pramugari untuk mematikan telepong genggamnya.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved