Breaking News:

Ular Sanca

Ular Sanca Sepanjang Delapan Meter Dievakuasi, Pemilik Mengenang Pertama Kali Bertemu Jackie

Ular sanca yang dievakuasi petugas dari sebuah rumah di Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menyisakan rasa kehilangan dari sang pemilik.

Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pemilik ular sanca yang dievakuasi petugas dari sebuah rumah di Jalan Melati IV RT 14/RW 01, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, melihat kandang Jackie. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Ular sanca yang dievakuasi petugas dari sebuah rumah di Jalan Melati IV RT 14/RW 01, Cijantung, Pasar Rebo, Jakarta Timur, menyisakan rasa kehilangan mendalam dari pemiliknya.

Pemilik ular sanca tersebut, Boy Ely Tokulo (50) (sebelumnya ditulis Haryatno) mengaku belum bisa merelakan Jackie, ular yang dipelihar sejak 2015 silam akhirnya dievakuasi petugas.

"Ya, ikhlas enggak ikhlas. Jackie sudah saya pelihara sejak kecil, nemu pas banjir. Waktu itu panjang dia sekitar 1 meter, diameter lima sentimeter," katanya, Sabtu (6/3/2021).

Ketika itu warga sempat ingin membunuh ular tersebut. Namun Boy melarangnya dan justru ingin memelihara Jackie yang masuk ke wilayah permukiman warga karena terseret arus banjir.

"Saya bilang itu makhluk hidup, jangan dibunuh. Memang saya kecil sudah suka melihara ular di kampung. Akhirnya saya pelihara dia," katanya.

Jackie yang dirawat oleh Boy pun perlahan mulai membesar. Bahkan kandangnya pun terpaksa diganti dengan ukuran lebih besar saat Jackie sudah sepanjang dua meter.

Baca juga: Tidak Sanggup Dipelihara Pemilik, Ular Sanca Sepanjang Lima Meter Dievakuasi

Baca juga: Penghuni Rumah di Cipayung Kaget Ada Ular Kobra Sepanjang 1,5 Meter

Baca juga: Damkar Kota Tangsel Temukan Ular Sanca yang Sedang Ngumpet di Kamar Mandi Warga Jombang

Kandang kayu dengan modal Rp 1 juta, dipasangi kawat besi dengan lebar sekitar 2 meter dan tinggi 1 meter dengan ditempatkan di halaman rumah untuk memudahkan pengawasan.

"Selama saya pelihara dari kecil sampai besar enggak pernah menyerang saya atau warga sekitar sama sekali," ungkapnya.

Namun pertumbuhan Jackie yang cepat dimana panjangnya sekitar delapan meter (sebelumnya ditulis lima meter) dan bobot sekitar 80 kilogram justru mulai membuat kewalahan Boy.

"Sudah enggak kuat saya gendong taruh di leher juga, kawat kandang saja sudah beberapa kali jebol," sambung dia.

Ditambah lagi biaya untuk memenuhi makan Jackie cukup besar yakni mencapai lebih dari Rp 100 ribu atau 3-4 potong ayam setiap minggu hingga mulai membuat Boy kewalahan.

Menyikapi kondisi tersebut, akhirnya Boy pun meminta bantuan ke Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur untuk mengevakuasi Jackie, Jumat (5/3/2021) kemarin.

"Saya pikir mungkin lebih baik dia berada di kebun binatang, atau orang lain biar lebih terawat," kata Boy.

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Valentino Verry
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved