Breaking News:

Industri Otomotif

Agus Gumiwang Berharap 21 Mobil Diskon PPnBM Bisa Membangkitkan Industri Otomotif

Usulan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dicanangkan Kementerian Perindutrian akhirnya disetujui Kementerian Keuangan.

TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita berharap program relaksasi PPnBM ditargetkan bisa meningkatkan purchasing power dari masyarakat dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Usulan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang dicanangkan Kementerian Perindutrian akhirnya disetujui Kementerian Keuangan.

Insentif PPnBM berlaku sejak 1 Maret 2021, program relaksasi ini ditargetkan bisa meningkatkan purchasing power dari masyarakat dan mendukung pertumbuhan perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah menginginkan program ini dapat berjalan baik, tepat sasaran dan sesuai target.

"Karenanya butuh dukungan kuat dari para pelaku industri otomotif itu sendiri dalam implementasinya," tutur Agus, Jumat (5/3/2021).

Berdasarkan Ketetapan Menteri Perindustrian nomor 169 tahun 2021, terdapat 21 jenis tipe kendaraan dari enam pabrikan yang ditetapkan mendapatkan pembebasan PPnBM dengan skema dan jangka waktu tertentu.

Baca juga: Ditengah Relaksasi PPnBM, Astra Daihatsu Siap Luncurkan SUV Rocky Adik dari Terrios

Baca juga: Harga Resmi Mobil Xpander 2021 Setelah Dapat PPnBM 0 Persen, Diskon Sampai 18 Juta

Baca juga: Daftar Harga Susuki Ertiga dan XL7 pasca-Insentif PPnBM, Turun Hingga Rp 30 Juta

Penetapan 21 jenis tipe kendaraan dilakukan setelah produsen kendaraan menyampaikan dokumen komitmen pemenuhan persyaratan pembelian komponen lokal minimum 70 persen dan kesanggupan untuk dilakukan proses verifikasi pemenuhan persyaratan tersebut, dengan melibatkan surveyor independen.

Menperin berharap para distributor utama yang telah mendaftarkan produknya dapat melakukan fungsi imbauan, controlling, serta supervisi kepada dealer, agar penurunan harga kendaraan dapat sesuai dengan harapan atau ekspektasi konsumen.

Dengan demikian, program ini dapat meningkatkan animo masyarakat secara nyata untuk membeli kendaraan baru.

"Kami berharap relaksasi PPnBM, khususnya pada tipe kendaraan yang telah ditetapkan, dapat menjadi katalis kebangkitan industri otomotif nasional yang ditandai dengan peningkatan signifikan utilisasi produksi kendaraan bermotor pada akhir tahun 2021, dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya," jelas Agus.

Industri otomotif merupakan sektor andalan yang memiliki kontribusi cukup besar terhadap perekonomian nasional.

Halaman
123
Editor: Valentino Verry
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved