Breaking News:

Bhayangkara FC

Usai Dilepas Bhayangkara Solo FC, Herman Dzumafo Efandi Sedang Alami Masa Dilema Tentukan Masa Depan

Bhayangkara Solo FC melepas Herman Dzumafo Efendi pada awal musim 2021 dan mendatangkan Osas Saha sebagai pengganti.

Media Official BFC
Pemain naturalisasi asal Kamerun, Herman Dzumafo Epandi terlihat gowes disekitar Stadion PTIK, Jakarta 

Cedera adalah musuh para atlet.

Cedera mampu memupus karier seorang atlet dan cedera tak memandang usia.

Bicara soal cedera, menarik untuk menyimak penjelasan dari seorang striker gaek Indonesia, Herman Dzumafo.

Striker naturalisasi ini bahkan tetap prima meski berusia 41 tahun. Badai cedera pun jarang menghampirinya.

Saat ditanya tips menghindari cedera, Herman Dzumafo memberikan komentar menarik.

"Tips menghindari cedera sebenarnya tidak ada. Yang pasti harus mempersiapkan diri sebaik mungkin. Yang menjaga kita sebenarnya Tuhan, pemain tidak bisa menentukan faktor-faktor itu di lapangan," kata Herman.

Sebagai pemain, Herman harus bisa bersyukur untuk hari-harinya dan berlatih mandiri agar menaikkan massa otot, serta menjaga tubuh dengan mengkonsumsi makanan bergizi.

Gunanya adalah, saat terjadi benturan yang berpotensi cedera, otot dan tulang lebih siap.

"Meskipun cedera nantinya, proses pemulihannya pun akan semakin cepat. Jadi sebagai pemain harus menjaga tubuh sendiri dengan pola makan, istirahat dan lainnya," tutupnya.

Penulis: Rafzanjani Simanjorang
Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved