Bhayangkara FC

Usai Dilepas Bhayangkara Solo FC, Herman Dzumafo Efandi Sedang Alami Masa Dilema Tentukan Masa Depan

Bhayangkara Solo FC melepas Herman Dzumafo Efendi pada awal musim 2021 dan mendatangkan Osas Saha sebagai pengganti.

Media Official BFC
Pemain naturalisasi asal Kamerun, Herman Dzumafo Epandi terlihat gowes disekitar Stadion PTIK, Jakarta 

WARTAKOTALIVE.COM, Jakarta - Bhayangkara FC melepas Herman Dzumafo Efendi pada awal musim 2021 dan mendatangkan Osas Saha sebagai pengganti.

Namun, Bhayangkara Solo FC turut menawari striker naturalisasi itu pekerjaan baru sebagai pelatih di akademi Bhayangkara FC.

Saat ditemui oleh Warta Kota di Tangerang, Kamis (4/3/2021) sore, Herman Dzumafo mengaku dirinya sedang dilema memutuskan masa depannya.

"Satu sisi memang ada tawaran jadi pelatih. Namun, saya juga belum mau berhenti bermain bola.  Sejauh ini saya belum ambil keputusan apa yang baik untuk saya," kata Herman.

Lebih satu dekade aktif bermain sepak bola, Herman mengaku secara fisik dirinya masih bisa bermain bola, sehingga masih bimbang, jika tiba-tiba menjadi pelatih.

Menurut Herman, secara mental dirinya belum sepenuhnya bisa menerima pergantian profesi dari pemain ke pelatih.

"Pola pikir saya masih sebagai pemain sepak bola. Jika tiba-tiba menjadi pelatih, ini kan perbedaan jauh," ujar Herman.

Baca juga: Pesepak Bola Senior Herman Dzumafo Memberikan Tips Menghindari Cedera

Baca juga: Muhammad Yusuf Zulfikar Samakan Kualitas Serdy Ephy Fano dengan Herman Dzumafo

Baca juga: Striker Bhayangkara FC Herman Dzumafo Tetap Yakin Liga 1 2020 Digelar

"Itu yang harus saya pertimbangkan sebaik mungkin semuanya. Memang, tidak mudah, karena menyangkut masa depan saya. Jadi, saya harus pikirkan secara matang apa yang baik untuk saya dan keluarga saya," tutur Herman

Bagikan Tips

Saat ini, Herman Dzumafo menjadi salah seorang striker gaek yang tetap diperhitungkan di Indonesia.

Istilah, tua-tua keladi semakin tua semakin menjadi pun dialamatkan kepada pemain berusia 41 tahun itu.

Sebab, dia selalu berbahaya saat ada di dalam kotak penalti.

Herman membagikan tipsnya menjadi berbahaya, meski usianya sudah tidak muda lagi.

"Pertama, saya cinta sepak bola. Sama seperti saat kita cinta seorang wanita, kita rela melakukan segalanya untuknya. Begitu pula saya dengan sepak bola. Saya siap melakukan segalanya demi karier saya sendiri," ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved