Energi

Kementerian ESDM Minta PLN Ciptakan Tarif Listrik Terjangkau dan Percepatan Kendaraan Listrik

Kementerian ESDM meminta PT PLN (Persero) melakukan sejumlah langkah lebih maju lagi di usianya yang sudah menyentuh 75 tahun. 

Tribunnews.com
ILUSTRASI Petugas PLN memperbaiki jaringan litrik tegangan tinggi. Kementerian BUMN meminta PT PLN (Persero) untuk menciptakan tarif lisrik yang lebih terjangkau dan mendukung percepatan kendaraan listrik berbasis baterai. 

"PLN juga harus aktif mendukung percepatan kendaraan berbasis listrik atau baterai untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM yang sebagian besar diimpor..."

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT PLN (Persero) melakukan sejumlah langkah lebih maju lagi di usianya yang sudah menyentuh 75 tahun. 

Direktur Jenderal Kelistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, di usia 75 tahun dan adanya pandemi Covid-19, tantangan PLN bukan semakin mudah tetapi lebih sulit dijalankan. 

"Tapi apapun itu tantangannya harus dihadapi PLN," ucap Rida dalam ‘Kompas Talk bersama PLN’ secara virtual, Kamis (4/3/2021).

Menurutnya, dalam menjalankan amanat undang-undang, pemerintah bersama PLN berupaya keras meningkatkan  bauran energi baru terbarukan (EBT) yang ditargetkan sebesar 23 persen pada 2025.

"PLN juga dituntut tetap efisien karena saya liat sudah semakin baik efisiensinya di segala lini, agar listriknya tetap terjangkau dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimum," papar Rida. 

"Ketersediaan listrik ke tempat plosok dan kawasan strategis sangat dibutuhkan. Ini untuk pemerataan pembangunan dan mewujudkan keadilan sosial, karena listrik saat ini kebutuhan pokok dan hak semua individu," sambungnya.

Baca juga: Gandeng Toristy dan Megpie, Hayo Indonesia Luncurkan Platform Online Perjalanan Wisata Hayo Travel

Baca juga: UOB Ladys Account, Tabungan Khusus Kaum Perempuan plus Asuransi Penyakit Kanker, Ini Keunggulannya

Jaringan cerdas

Selain itu, Rida menyebut pemerintah berharap kepada PLN dapat meningkatkan penggunaan teknologi dalam penyediaan dan pemanfaatan tenaga listrik, salah satunya dengan terus mendorong penggunaan jaringan cerdas. 

"PLN juga harus aktif mendukung program pemerintah, yaitu percepatan kendaraan berbasis listrik atau baterai untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap BBM yang sebagian besar diimpor, dan dalam rangka mendukung lingkungan lebih bersih," tutur Rida.

Baca juga: Ingin Kredit Mobil Premium? Ini Beragam Keunggulan MUF Premium dari Mandiri Utama Finance

Baca juga: 18 Tahun Warnai Otomotif Tanah Air, Honda Jazz ‘Pamit’ Digantikan Honda City Hatchback

Industri baterai

Sementara itu, Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury mengatakan, industri baterai kendaraan listrik akan menjadi salah satu andalan perekonomian Indonesia di masa mendatang.

Atas dasar itu, dia menilai perlu adanya pengembangan di sektor tersebut, mulai dari hulu hingga ke hilirnya. Salah satu caranya dengan pembentukan Indonesia Battery Holding (IBH).

“Sehingga Indonesia diharapkan betul-betul memiliki industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dan kita harapkan bahwa industri baterai tersebut betul-betul menjadi masa depan, khususnya di sektor energi baru dan terbarukan,” ujar Pahala dalam sebuah webinar, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Pelanggan PLN Bekasi Dapat Token Listrik Gratis Atau Diskon 50 Persen, Begini Caranya

Tiga sektor utama

Lebih lanjut dipaparkan, Indonesia memiliki pasar dan juga sumber daya alam yang melimpah. Oleh karena itu, dia yakin pada tahun 2040, RI bisa masuk ke jajaran negara besar di dunia.

“Kita harapkan momentum ini betul-betul kita manfaatkan, bukan hanya untuk menata ulang lagi sektor-sektor Indonesia supaya bisa lebih mandiri lagi, karena kita berharap Indonesia tentunya akan mandiri di tiga sektor utama, yakni energi, pangan dan juga kesehatan,” kata mantan Direktur Utama Garuda Indonesia ini.

Menurut dia, tiga sektor tersebut merupakan kebutuhan primer bagi suatu negara. Untuk menjadi negara besar, Indonesia perlu mandiri di tiga sektor tersebut, sehingga ke depannya tak akan bergantung lagi dengan negara lain untuk memenuhi kebutuhan tiga sektor tersebut.

“Kita rasakan sekali bahwa adanya ketahanan pangan, kesehatan, dan energi betul-betul merupakan modal yang penting bagi sebuah negara besar seperti Indonesia untuk betul-betul menjadi pemain ekonomi terbesar di dunia pada masa depan,” tutur Pahala. (Seno Tri Sulistiyono) 

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved