Breaking News:

Virus Corona Jakarta

Anak Purnawirawan TNI yang Tolak Sanksi Razia Masker di Kampung Rambutan Minta Maaf

Anak purnawirawan TNI yang tak percaya Covid-19 dan menolak diberi sanksi saat razia masker di Jalan Tanah Merdeka, Ciracas, akhirnya minta maaf.

Istimewa
Seorang pria yang mengaku anak anggota TNI tidak percaya Covid-19 dan menolak diberi sanksi saat razia masker di Jalan Tanah Merdeka, Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur.  

WARTAKOTALIVE.COM, CIRACAS - Anak purnawirawan TNI yang tak percaya Covid-19 dan menolak diberi sanksi saat razia masker di Jalan Tanah Merdeka, Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur akhirnya meminta maaf.

Lurah Rambutan Ikhwan M Ali mengatakan, pelaku yang tidak percaya adanya Covid-19 berdasarkan opini pribadi hingga memaki petugas akhirnya meminta maaf terkait ulahnya.

"Sudah damai dengan pihak terkait. Kapolsek Ciracas, didampingi Babinsa, Kasatpol PP Kelurahan Rambutan sudah mendatangi kediaman yang bersangkutan," kata Ali, Jumat (5/3/2021).

Video: Klarifikasi Polda Metro soal Pembatalan Timnas U23 vs Tira Persikabo

Warga Kelurahan Rambutan itu telah mengakui kesalahannya yang telah melawan dan memaki petugas.

Alhasil Satpol PP Kelurahan Rambutan mengurungkan niat melaporkan pelaku ke polisi. 

"Yang bersangkutan sudah meminta maaf, memang masih warga Kelurahan Rambutan. Ayahnya seorang purnawirawan TNI," ujarnya.

Baca juga: BURU Bandar Besar, Polisi Malah Temukan Belasan Hektar Ladang Ganja di Mandailing Natal

Baca juga: SAMSAT Keliling Jumat 5 Maret 2021: Cek 14 Lokasi Tersebar di Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi

Berdasarkan video permintaan maaf yang beredar itu, pelaku bersedia mengenakan masker sembari meminta maaf saat ditemui Tiga Pilar Kecamatan Ciracas di rumahnya. 

"Saya menyadari kalau tadi tindakan saya sangat salah, sudah tidak memakai masker dan melawan aturan pemerintah. Jadi kali ini saya menyesali semuanya itu," ucap pelaku.

Padahal sebelumnya pelaku begitu garang saat menolak sanksi denda atau kerja sosial bagi pelanggar protokol kesehatan.

Bahkan, pelaku juga menolak memakai masker yang diberi petugas.

Baca juga: Tante Ernie Positif Covid-19 dan Sempat Menggigil, Isolasi Mandiri Bareng Suami dan Anak di Rumah

"Mohon maaf untuk masyarakat Indonesia semuanya, dan saya 100 persen mendukung profesional pemerintah untuk menghilangkan Covid-19," kata pelaku. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved