Breaking News:

Pilpres 2024

AHY Disiapkan Maju Pilpres 2024, Marzuki Alie: Ini Republik Indonesia, Bukan Negara Pacitan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) disebut-sebut bakal maju dalam Pilpres 2024.

Instagram @agusyudhoyono
Marzuki Alie menilai Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tak bisa mengatasi masalah isu kudeta yang mendera Partai Demokrat. 

"Dalam politik, populer saja tak cukup, tapi harus bisa dikonversi jadi elektabilitas."

"Di situlah Demokrat harus fokus ke depan."

"Setelah jadi konsumsi pemberitaan, lalu apa?" tuturnya.

Ray Rangkuti: Bukan Cuma Moeldoko yang Melakukan Persiapan 2024

Terlebih lagi, Adi menilai masyarakat belum dapat dipastikan menanggapi isu kudeta Demokrat secara positif atau negatif.

"Saat ini publik terbelah dalam menyikapi isu kudeta demokrat."

"Terjadi tauran opini, jadi belum ketahuan siapa yang lebih kuat. Harus ada alat ukur yang objektif," paparnya.

Boyamin Saiman Minta Djoko Tjandra Bongkar Sosok King Maker Jika Ingin Jadi Justice Collaborator

Sebelumnya, popularitas dan favorabilitas Partai Demokrat dan ketua umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melejit sejak isu kudeta partai itu mengemuka.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo, dalam diskusi Proklamasi Democracy Forum bertajuk 'Prahara Hostile Take Over Partai Politik dalam Arena Demokrasi' secara virtual, Minggu (7/2/2021).

Tomi menjelaskan, pihaknya membuat riset dengan cara memetakan pertarungan narasi upaya pengambilalihan paksa, menggunakan tools yang disebut sebagai social network analysis.

SJ 182 Sempat Minta Ganti Arah Hindari Cuaca Buruk, Lalu Belok Kiri dan Menukik Tajam ke Laut

"Kita lihat popularitas dan favorabilitasnya. Kita buat dua periode supaya ada perbandingan," kata Tomi.

Tomi menguraikan, periode pertama dilakukan 7 hari sebelum AHY memberikan keterangan pers soal adanya upaya kudeta Partai Demokrat (24 Januari sampai 30 Januari).

Di waktu itu, popularitas Partai Demokrat berada pada urutan ketiga

Tak Berniat Terapkan Lockdown Akhir Pekan, Anies Baswedan: Virus Menyebar Tak Kenal Waktu

"Tapi pada tanggal 31 Januari sampai 6 Februari popularitasnya melejit jauh di atas 70 ribu, dan favorabilitasnya pun naik jauh mengatasi partai-partai lain."

"Jadi Partai Demokrat menjadi populer, dan pada saat yang sama orang suka pada Partai Demokrat terjadi lonjakan popularitas dan favorabilitas."

"Baik dalam pemberitaan maupun percakapan," tuturnya.

Suruh Anak Buah Setop Bahas Revisi UU Pemilu, Surya Paloh: Cita-cita NasDem Sama dengan Presiden

Terkait popularitas, AHY pada 24 Januari hingga 30 Januari berada di posisi keempat.

AHY berada di bawah gubernur se-Jawa, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Sementara, popularitas Moeldoko (sebagai pihak eksternal yang diduga terlibat kudeta Demokrat) berada di posisi paling bawah.

Jokowi Tak Balas Surat AHY, Sekjen Partai Demokrat: Kami Menghormati, tapi Masih Ada Teka-teki

Pada 7 hari berikutnya, lanjut Tomi, posisi AHY melejit melampaui tokoh lain.

Begitupun dengan Moeldoko, namun Kepala Staf Kepresidenan itu memiliki favorabilitas yang rendah dibanding AHY.

"Kenapa Moeldoko melejit? Kkarena kita tadi melihat ada upaya-upaya akun anonimous untuk mendogkrak popularitasnya Pak Moeldoko."

Sekjen Partai Demokrat: Ini Bukan Hanya Masalah Internal, Megawati Juga Pernah Diturunkan Lewat KLB

"Bisa disimpulkan bahwa 7 hari pemantauan kemarin baik Partai Demokrat maupun ketum AHY itu menjadi media daring dibandingkan dengan partai-partai lain, dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang lain," ulas Tomi. (Vincentius Jyestha)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved