Breaking News:

Piala Menpora

Sepak Bola Indonesia Mulai Bergairah, PSTI: Jangan Paranoid, Tapi Perketat Protokol Kesehatan

Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mengingatkan agar semua kalangan tidak paranoid menghadapi bergulirnya kembali sepak bola Indonesia.

istimewa
Pengurus PSTI bertemu dengan Wakil Presiden KH Maruf Amin. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sepak bola Indonesia akan segera bergulir kembali dengan adanya kepastian pelaksanaan turnamen Piala Menpora pada pertengahan Maret mendatang setelah kurang lebih setahun terhenti akibat pandemi covid 19.

Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro menyambut baik bergulirnya sepak bola indonesia tersebut.

"Kami menyambut baik pelaksaan Piala Menpora, dan ini merupakan ujian sebelum diadakannya kembali Liga Indonesia. Disini kita bisa melihat apakah memang protokol kesehatan bisa dijalankan dengan baik oleh seluruh stake holder sepak bola atau tidak, dan ini akan menjadi acuan kita bisa menjalankan kompetisi ke depannya," tutur Indro disela pertemuan dengan Wakil Presiden KH Maruf Amin, Rabu (3/2/2021) di Jakarta.

Indro menambahkan, memang banyak pekerjaan untuk pelaksanaannya, namun bukan berarti hal ini tidak bisa dilaksanakan.

Baca juga: Batalnya Laga Uji Coba Timnas Indonesia U-23 vs Persikabo 1973 Memicu Kekhawatiran Pemain

"Memang banyak PR dalam pelaksanaannya, mulai dari sosialisasi protokol kesehatan keseluruh stake holder hingga ke suporter, menentukan aturan main, penegasan hukum, namun bukan berarti kita tidak bisa menjalankan turnamen tersebut," tegas Indro.

Menanggapi pihak-pihak yang menganggap bergulirnya kembali sepak bola akan membuat kluster baru bagi penyebaran Covid 19, Indro menganggap itu adalah hal yang biasa.

Namun di lapangan memang perlu dijawab dengan pelaksanaan pertandingan yang baik dan terukur.

Baca juga: Kabomania Pertanyakan Pembatalan Pertandingan Uji Coba Timnas Indonesia U-23 Versus Tira Persikabo

"Kalo ada pro dan kontra, itu biasa, tapi kita tidak bisa menilai saat hal tersebut belum terlaksana. Untuk itu pihak penyelenggara harus bisa menjawab tantangan tersebut dengan pelaksanaan yang baik, sesuai dengan protokol kesehatan, dan terukur. Kami berharap penyelenggara bisa berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait juga dengan pakar kesehatan untuk pelaksanaannya sehingga semua terukur dengan benar. Seharusnya lembaga seperti IDI atau IPW memberi masukan untuk pelaksanaannya, bukan hanya memberi opini yang kontraproduktif," ujar Indro.

Sementara itu Sekretaris Jenderal PSTI, Abe Tanditasik mengatakan, agar kita lebih berkaca pada negara-negara lain yang tetap menyelenggarakan kompetisi.

Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro bersama Presiden Jokowi.
Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia Ignatius Indro bersama Presiden Jokowi. (istimewa)

"Banyak negara yang tetap melaksanakan kompetisi, termasuk di negara-negara Asia Tenggara, tidak ada salahnya kita belajar pada mereka bagaimana melaksanakan kompetisi dengan protokol kesehatan. Jika itu sudah bisa dijalankan dengan baik, maka tidak ada alasan bagi sepak bola untuk tidak bergulir kembali, karena dengan dihentikannya sepak bola, ini berdampak ke banyak faktor kehidupan masyarakat," tutur Abe.

Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved