Breaking News:

Kriminalitas

Polda Metro Tahan Dua Mahasiswa Papua terkait Aksi Pengeroyokan di Depan Gedung DPR

Dua pemuda Papua yang diamankan terkait adanya kasus tindak pidana pengeroyokan sesuai Pasal 170 KUHP dan pencurian dengan kekerasan

Warta Kota/ Budi Sam Law Malau
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI-- Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus memastikan bahwa pihaknya menahan dua mahasiswa asal Papua yang diduga telah melakukan pengeroyokan terhadap mahasiswa Papua lainnya saat aksi di depan Gedung DPR pada 27 Januari 2021 lalu.

Kedua mahasiswa asal Papua itu adalah Roland dan Kevin, mahasiswa Universitas Tama Jagakarsa dan Universitas Bung Karno.

Mereka diamankan petugas dari kosannya masing-masing di Jakarta, pada Rabu (3/3/2021).

"Dari hasil penyidikan dan pengembangan penyidik, telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Dua orang sudah diamankan dan kita lakukan penahanan. Satu orang lagi masih kita lakukan pengejaran," kata Yusro di Mapolda Metro Jaya, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Pembacok Polisi di Menteng Mantan Guru Ngaji, Berubah Jadi Brutal dan Pemabuk saat Gabung Geng Motor

Yusri menjelaskan dua tersangka yang diamankan terkait adanya kasus tindak pidana pengeroyokan sesuai Pasal 170 KUHP dan pencurian dengan kekerasan di Pasal 365 KUHP. 

"Kejadian memang sudah cukup lama pada 27 Januari. Kemudian sempat viral pemukulan yang dilakukan beberapa orang. Kejadiannya di depan gedung DPR. Kemudian dilaporkan saat itu," ujarnya.

Berdasar laporan katanya penyidik melakukan penyelidikan.

Baca juga: MENEGANGKAN, Jari Tangan Nenek di Pulogadung Bengkak Dua Hari, Lima Cincin Dilepas dengan Gerinda

"Berdasarkan adanya bukti video yang beredar, kemudian juga hasil visum terhadap korbannya yang juga pelapor inisialnya RP, bahwa terlapor adalah RL, dkk. Hasil penyidikan dan pengembangan penyidik, menetapkan tiga orang tersangka dan dua orang kita amankan dan lakukan penahanan," papar Yusri.

Ia menjelaskan penerapan Pasal 375 KUHP oleh penyidik selain Pasal 170 KUHP, karena saat pemukulan, korban sempat diambil tasnya dan direbut HP nya oleh para tersangka.

"Kami masih mencari barang bukti berupa HP. Semoga bisa kita temukan. Intinya eekarang sudah diproses oleh krimum, kita tunggu hasilnya seperti apa. Tindak lanjut ke depan, kita lengkapi berkas perkara dan mengejar satu tersangka lainnya," ujar Yusri.

Baca juga: BREAKING NEWS, Polri Akhirnya Hentikan Pengusutan Kasus 6 Laskar FPI, Status Tersangka Gugur

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved