Berita Internasional

Kronologi Penemuan Ribuan Vaksin Covid-19 Palsu di Afrika Selatan dan Cina, Langsung Disita Interpol

Penemuan vaksin Covid-19 palsu atau vaksin virus corona palsu di Afrika Selatan dan Cina membuat pihak interpol turun tangan dengan lakukan penyitaan.

Editor: Panji Baskhara
Kompas.com
Penemuan vaksin Covid-19 palsu atau vaksin virus corona palsu di Afrika Selatan dan Cina membuat pihak interpol turun tangan dengan lakukan penyitaan. Foto Ilustrasi: vaksin. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penemuan vaksin Covid-19 palsu di Afrika Selatan dan Cina bikin heboh publik.

Adanya penemuan vaksin virus corona palsu di Afrika Selatan dan Cina tersebut membuat pihak interpol turun tangan.

Tak ayal, vaksin palsu Covid-19 di Afrika Selatan dan Cina tersebut langsung dilakukan penyitaan pihak Interpol.

Diketahui, ribuan vaksin palsu virus corona ini, membuat Interpol melakukan lebih dari 80 penangkapan setelah jaringan kriminal yang menjual vaksin palsu terungkap.

Baca juga: Personel Terdepan di Posal Muntok Jalani Vaksinasi Covid-19

Baca juga: VIDEO Pemkot Tangerang Gelar Vaksinasi Covid-19 Awak Angkutan Umum dan Ojol di Terminal Poris

Baca juga: Vaksinasi Warga Lansia dan Vaksinasi Drive Thru di Tangerang, Begini Penjelasan Pemerintah

Di Afrika Selatan, polisi menemukan 400 sampul vaksin palsu yang setara dengan sekitar 2.400 dosis, di sebuah gudang di luar kota Johannesburg.

Sejumlah besar masker 3M palsu juga ditemukan, kemudian polisi tangkap tiga warga negara Cina dan seorang warga Zambia.

Sementara di Cina, polisi berhasil mengidentifikasi jaringan yang jual vaksin palsu Covid-19 dan gerebek tempat pembuatannya.

Kemudian penangkapan dilakukan terhadap sekitar 80 tersangka dan menyita lebih dari 3.000 vaksin palsu di lokasi kejadian.

Investigasi ini didukung dan dikoordinasikan oleh Interpol's Illicit Goods and Global Health (IGGH) Program.

Dikutip dari laman Africa News, pada Kamis (4/3/2021), Sekjen Interpol Jürgen Stock memperingatkan penemuan terhadap jaringan itu merupakan 'puncak gunung es" dari kejahatan terkait vaksin Covid-19.

Interpol sebelumnya telah memperingatkan pada Desember 2020 tentang adanya risiko munculnya mafia yang akan memanfaatkan permintaan global untuk vaksin, dengan mencuri dosis asli atau menjual vaksin palsu.

Interpol mengatakan penyelidikan terus berlanjut.

Karena, selain penangkapan di Afrika Selatan dan Cina, mereka juga terima laporan tambahan tentang distribusi vaksin palsu dan upaya penipuan telah menargetkan panti jompo.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved