Berita Nasional

Jokowi Ajak Benci Produk Asing, Nyatanya Impor Indonesia Masih Cukup Tinggi, Khususnya Bahan Baku

Jokowi menyebutkan, kampanye cinta produk Indonesia dan benci produk luar negeri penting dikumandangkan

Editor: Feryanto Hadi
Biro Pers Setpres/Kris
Presiden Joko Widodo mengajak untuk membenci produk luar negeri 

Kenaikan impor secara bulanan ini menunjukkan pola yang tidak biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Padahal, biasanya, impor di akhir tahun kerap turun.

"Karena banyaknya libur di bulan Desember," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat, 15 Januari 2021.

Dari data BPS, kenaikan tertinggi dari impor Desember 2020 masih berasal dari barang konsumsi.

Baca juga: Ramai Dipertanyakan,Staf Khusus Erick Thohir Beberkan Alasan Penunjukan Said Aqil Jadi Komisaris KAI

Nilainya, menurut data BPS, mencapai US$ 1,72 miliar, atau tumbuh paling tunggu 31,89 persen mtm, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 25,52 persen.

Adapun, proporsi tertinggi dari impor Desember 2020 masih dikuasi bahan baku atau penolong yang mencapai 70 persen dari keseluruhan impor.

Nilainya mencapai US$ 10,19 miliar, tumbuh 14,15 persen mtm, atau sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya 13,02 persen.

Baca juga: Tanpa Dihadiri Kapolda Metro, Keluarga 6 Laskar FPI Ikrarkan Mubahalah: Ya Allah, Laknatlah Mereka

Secara umum, pertumbuhan impor pada Desember ini lebih rendah dari November 2020 yang naik 17,4 persen mtm.

Tapi, saat itu impor minus 17,46 persen yoy.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved