Nurhadi Dituntut 12 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: Tuntutan Ini Tidak Jujur dan Buruk

Menurut Maqdir, pembuktian adanya perbuatan pidana suap dan gratifikasi yang dilakukan Nurhadi dan Rezky hanya berdasarkan asumsi.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi (kanan) dan menantunya, Rezky Herbiyono, memakai baju tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seusai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020). Nurhadi dituntut hukuman 12 tahun penjara, dan Rezky 11 tahun penjara. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi menyebut jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berimajinasi, ketika menuntutnya dengan hukuman 12 tahun penjara.

"Tuntutan selama 12 tahun penjara kepada Nurhadi, dan Rezky Herbiyono 11 tahun penjara, hanya berdasarkan imajinasi."

"Untuk menutupi kesalahan menjadikan Nurhadi sebagai terdakwa, karena tidak didukung oleh bukti," kata Nurhadi melalui kuasa hukumnya, Maqdir Ismail, lewat keterangan tertulis, Rabu (3/3/2021).

Baca juga: DAFTAR Terbaru 16 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Bali Terbanyak, Jakarta Nihil

Menurut Maqdir, pembuktian adanya perbuatan pidana suap dan gratifikasi yang dilakukan Nurhadi dan Rezky hanya berdasarkan asumsi.

Ia menilai jika kliennya terbukti menerima hadiah atau janji dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto terkait pengurusan perkara.

Seharusnya, kata Maqdir, jaksa berani menuntut dengan Pasal 12 huruf a sebagaimana dinyatakan dalam surat dakwaan, bukan berdasarkan pasal 11 UU Tipikor.

Baca juga: Kenapa Penyintas Covid-19 Baru Bisa Divaksin Setelah 3 Bulan Sembuh? Ini Penjelasannya

"Hal yang konyol, seolah-olah bahwa ada penerimaan uang oleh Nurhadi dari Hiendra Soenjoto."

"Dan kemudian dibelikan kebun sawit atas nama Rezky Herbiyono dan Rizqi Aulia Rahmi," ujar Maqdir.

Maqdir menilai tuntutan terhadap dua kliennya itu sangat kontras.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 14 Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Ada di Papua, Nias, Maluku Utara, dan Bengkulu

Ia memandang jaksa belum sepenuhnya mampu membuktikan perkara yang menjerat dua kliennya di dalam persidangan.

"Fakta-fakta yang dikemukakan dalam tuntutan adalah penuh dengan ketidakbenaran dan tidak berdasarkan bukti."

"Tuntutan ini sangat kontras dengan kutipan ayat Alquran yang disampaikan pada bagian awal dari surat tuntutan. Tuntutan ini adalah tidak jujur dan buruk," papar Maqdir.

Baca juga: Amien Rais Bakal Deklarasikan Partai Ummat pada 17 Ramadan, Sebelumnya Dijadwalkan 26 Maret

Nurhadi dituntut hukuman 12 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan.

Sedangkan menantunya, Rezky Herbiyono, dituntut hukuman 11 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar, subsider 6 bulan kurungan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved