Breaking News:

Swiss Terbuka 2021

Lima Tim Bulu Tangkis Merah Putih Melaju ke Babak 16 Besar Swiss Terbuka 2021, Dua Lainnya Terhenti

Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas lolos ke 16 besar Swiss Terbuka 2021 usai mengalahkan Ties Van Der Lecq/Debora Jille dengan skor 21-13 dan 21-15.

Lima Tim Bulu Tangkis Merah Putih Melaju ke Babak 16 Besar Swiss Terbuka 2021, Dua Lainnya Terhenti
badmintonindonesia.org
Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan usai kalahkan Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura dalam laga pertama Swiss Terbuka 2021, Rabu (3/3).

WARTAKOTALIVE.COM, BASEL - Pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari sukses melaku ke babak 16 besar Swiss Terbuka 2021 usai mengalahkan tim asal Belanda, Ties Van Der Lecq/Debora Jille dengan skor 21-13 dan 21-15.

Pertandingan kedua pasangan itu digelar di St. Jakobshalle pada Rabu (3/3/2021) waktu WIB.

Duel itu menjadi laga yang tidak terlalu sulit bagi pasangan berperingkat 22 dunia itu.

Rinov/Pitha hanya membutuhkan waktu selama 27 menit untuk menyelesaikan pertandingan.

"Hari ini lawannya memang peringkatnya masih di bawah kami. Tadi, saya dan Tari (Pitha) mencoba bermain di pola kami saja," kata Rinov dikutip dari badmintonindonesia.org.

Baca juga: Tiga Ganda Campuran Bulu Tangkis Indonesia bakal Berjuang pada Laga Perdana Turnamen Swiss Open 2021

Baca juga: Usai Mendapat Vaksin Covid-19, Leo Rolly Carnando Menjadi Lebih Pede Tampil di Swiss Open 2021  

Baca juga: Usai Divaksin Covid-19, Leo Rolly Carnando Jadi Lebih Percaya Diri Tampil di Swiss Open 2021

"Kami masih melakukan penyesuaian lapangan dan mainnya belum terlalu enak juga. Terutama dari saya, feeling touch-nya belum terlalu in. Semoga lusa bisa lebih baik," ujar Rinov.

Sementara itu, Pitha menerangkan bahwa timnya bisa menang, karena lebih siap dibanding tim lawan.

"Hari ini, kami mungkin lebih siap saja dari mereka. Dibilang mudah juga tidak," kata Pitha.

Di babak 16 besar, Rinov/Pitha sudah ditunggu Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa asal India.

"Yang pasti, harus lebih siap dan harus berani dengan pola mainnya. Lawan mereka itu harus banyak menyerang. Semoga kami bisa membalas kekalahan senior kami," kata Rinov.

"Peluang menang selalu ada, bagaimana nanti permainan di lapangan. Sekarang kami mau fokus pemulihan lalu besok mematangkan strategi di latihan," timpal Pitha.

Sayangnya, jejak Rinov/Pitha tidak berhasil diikuti oleh dua wakil ganda campuran lainnya.

Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso harus mengakui keunggulan lawan-lawannya.

Adnan/Mychelle dikalahkan unggulan kelima asal Negeri Jiran Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing 13-21 dan 12-21.

Sementara, Hafiz/Gloria dihadang pasangan India, Satwiksairaj Rankireddy/Ashwini Ponnappa dengan skor 18-21 dan 10-21.

"Kami sudah berusaha tapi lawan memang bermain lebih bagus. Lebih siap," kata Hafiz singkat.

"Pasti kecewa, apalagi kami memang sedang mengejar poin ke Olimpiade, tetapi mau bagaimana lagi. Kami akan coba lagi di turnamen berikutnya," tambahnya.

Debut yang Sukses

Ganda putera Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, juga melaju ke babak kedua usai kalahkan wakil asal Kanada, Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura, Rabu (3/3/2021).

Bertanding di St Jakobshalle, Basel, Swiss, Pramudya/Yeremia mengalahkan Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura dengan skor 15-21, 21-14, dan 21-17 dalam pertandingan selama 59 menit.

Yeremia mengatakan bahwa dia dan Pramudya harus susah payah mengalahkan Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura.

Bahkan pada gim ketiga, Pramudya/Yeremia sempat tertinggal 9-13. 

Namun, Yeremia dan Pramudya bermain lebih ngotot untuk mengejar ketertinggalan.

Hasilnya, mereka bisa membalikkan keadaan dan unggul 16-15 hingga menutup gim ketiga dengan skor 21-17.

"Tadi di gim pertama, kami terlalu buru-buru. Bolanya lambat dan lawan bermain panjang. Jadi saat di depan. Kami bernafsu mau mematikan, tetapi malah menyangkut dan keluar. Hampir 70% poin lawan didapat dari kesalahan kami sendiri," kata Yeremia.

"Di gim kedua, kami bisa bermain lebih tenang dan lebih safe. Pelatih juga mengingatkan seperti itu," ujar Yeremia.

"Sebenarnya, serangan lawan tidak terlalu mematikan. Jadi, ketika bermain lebih tenang, kami bisa mengatasinya. Kunci kemenangan kami hari ini memang bermain lebih tenang, lebih fokus, tidak terburu-buru, dan tidak terlalu bernafsu," tutur pemain kelahiran 15 Oktober 1999 itu.

Sementara itu, Pramudya mengatakan bahwa dia bisa menang, karena main kompak.

"Pada gim ketiga, kami saling mengingatkan untuk tidak bermain terburu-buru. Pertahanan lawan juga bagus, ditambah bolanya lambat. Jadi, kami coba untuk menahan. Mereka bermain ulet dan tidak gampang mati," kata Pramudya.

Kemenangan pasangan ranking 54 dunia itu membuat rekor pertemuan mereka menjadi imbang 1-1.

Sebelumnya, pada turnamen Finlandia Terbuka 2019, Pramudya/Yeremia kalah di babak perempat final dengan rubber-game, 21-10, 16-21, dan 26-28.

Turnamen level super 300 ini merupakan debut bagi ganda muda Indonesia tersebut.

Di ajang berhadiah total 140.000 dolar AS ini adalah penampilan pertama bagi Pramudya/Yeremia.

Menurut sang pelatih, Aryono Miranat, kekalahan anak didiknya pada gim pertama disebabkan, karena bermainnya terlalu terburu-buru dan banyak melakukan kesalahan sendiri.

Juga kurang tenang dan pengembalian bolanya sering tanggung.

"Setelah interval, mainnya baru agak tenang. Saya instruksikan agar bermain lebih tenang. Jangan buru-buru ingin segera mematikan lawan. Jadi kesalahan sendirinya bisa berkurang dan permainan bisa keluar. Rasa kepercayaan diri pun bisa lebih naik," kata Aryono.

"Besok, harap mereka bisa bermain lebih tenang lagi. Dan tampil nothing to lose," tambahnya.

"Untuk pertandingan besok, kami harus mengurangi kesalahan sendiri. Selain itu, dari awalnya harus mengambil banyak poin. Minimal jangan terlalu jauh dan kalau sudah unggul diusahakan bermain konsisten," tegas Pramudya.

Lima Tim Indonesia di 16 Besar Swiss Terbuka 2021

1. Shesar Hiren Rhustavito vs Soong Joo Ven (Malaysia)
2. Ruselli Hartawan vs Iris Wang (Amerika Serikat)
3. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Eloi Adam/Julien Maio (Perancis)
4. Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri vs Jeppe Bay/Lasse Mølhede (Denmark)
5. Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan vs Jason Anthony Ho-Shue/Nyl Yakura (Kanada)
 

Penulis: Sigit Nugroho
Editor: Sigit Nugroho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved