Breaking News:

Hati-hati Sunat Laser Berisiko Membuat Alat Kelamin Anak Hitam Akibat Luka Bakar, Ini Penjelasannya

Teknik sunat laser yang ada selama ini di masyarakat sebenarnya bukanlah kategori sunat laser sesungguhnya.

(Warta Kota/Mochammad Dipa)
Dokter Spesialis Urologi Dr Arry Rodjani, SpU(K) menjelaskan bahaya dari teknik sunat laser yang menggunakan electric cauter yang menghantarkan energi panas untuk memotong kulup penis. Teknik ini beresiko menimbulkan luka bakar pada jaringan penis. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Sunat bagi sebagian masyarakat tidak sekedar menjalankan ajaran agama, tapi ada manfaat kesehatan bagi tubuh.

Tujuan dilakukannya khitan adalah untuk menjaga ujung kemaluan agar tidak terkumpul kotoran, dan leluasa untuk buang air kecil.

Karenanya, dengan disunat diyakini dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih dan kanker penis, serta membersihkan alat kelamin.

Baca juga: APA ITU PBG? Pengganti IMB yang kini Telah Dihapus dan Tidak Diperlukan lagi Pemilik Bangunan

Baca juga: Cuma 1 Ronde, Ternyata Ini Dia Petarung Satu-satunya yang Berhasil Bikin KO Khabib Nurmagomedov

Baca juga: Pesawat United Airlines Terpaksa Menunda Penerbangan karena Semua Penumpang Mendadak Batuk

Dengan berkembangnya teknologi dan ilmu kedokteran, kini pilihan sunat menjadi lebih beragam.

Meski demikian, orangtua juga perlu berhati-hati dalam memilih teknik sunat.

Salah satu yang perlu diwaspadai ialah sunat dengan metode electrical cauter, atau yang biasa dikenal dengan teknik sunat laser.

Telah banyak bukti dari betapa berisikonya sunat laser ini.

Dokter Spesialis Urologi Dr Arry Rodjani, SpU(K) mengatakan, bahwa teknik sunat laser yang ada selama ini di masyarakat sebenarnya bukanlah kategori sunat laser sesungguhnya, karena alat yang dipakai mengeluarkan panas bukan cahaya.

“Pada dasarnya laser medis adalah alat yang menyimpan energi dari berbagai bentuk baik elektrik, kimia maupun optikal yang dikeluarkan dalam bentuk energi cahaya, jadi bukannya panas tapi merupakan cahaya yang bisa memotong jaringan dengan kedalaman yang beragam,” ungkap Arry saat diskusi media secara virtual bertajuk Pentingnya Edukasi dan Sosialisasi Bahaya Sunat Laser, Rabu (3/3).

Arry menjelaskan, bahwa teknik sunat laser yang biasa dikenal masyarakat menggunakan alat (electric cauter) yang menghasilkan energi panas dari energi listrik yang dihantarkan pada alat tersebut.

Perlu diketahui, electric cauter ini berupa lempengan logam yang dipanaskan.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Dipa
Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved