Breaking News:

Gandeng KPK, Sri Mulyani Kejar Wajib Pajak yang Diduga Lakukan Suap ke Pegawai Kemenkeu 

Sri Mulyani mengatakan, apabila terdapat bukti kekurangan pembayaran pajak maka DJP akan menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Istimewa
Menteri Keuangan Sri Mulyani menggandeng Komisi Pemilihan Korupsi (KPK). Yaitu untuk mengejar wajib pajak yang melakukan suap ke pegawai Kementerian Keuangan. 

"Nilai suapnya besar juga, puluhan miliar. Tidak salah itu juga melibatkan tim pemeriksa. Kalau di pajak kan modusnya seperti itu, bagaimana caranya supaya WP (wajib pajak) bayar pajak rendah dengan cara menyuap pemeriksanya agar pajaknya diturunkan," kata Alex, Selasa (2/3/2021).

Menurut dia, penanganan perkara itu sudah masuk tahap penyidikan.

Baca juga: WADUH! Pemerintah Nunggak Sewa Hotel untuk Pasien OTG di Bali Rp1,3 Miliar, PLN Ancam Putus Listrik

Baca juga: Ketua Peradi Jakpus Arman Hanis Siap Bela Nurdin Abdullah Lawan KPK, Ini Profil dan Kehebatannya

Baca juga: Jokowi Buka Izin Investasi Miras, MUI: Mulutnya Teriak Pancasila, Praktiknya Kapitalisme

Namun, ia belum mengungkap pihak-pihak mana yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Ia mengatakan, penyidik KPK masih bekerja mengumpulkan bukti-bukti dalam kasus tersebut sebelum mempublikasikan informasi detil terkait perkara itu ke hadapan publik.

"Nanti kalau sudah alat buktinya cukup, tentu akan kami ekspose. Ekspos kepada teman-teman wartawan biar teman-teman penyidik sekarang bekerja sehingga buktinya cukup kuat. Nanti kami tetapkan tersangka langsung kami tahan orangnya," ujar Alex.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pegawai Pajak yang Diduga Terlibat Suap Miliaran Rupiah Dibebastugaskan"

Editor: Mohamad Yusuf
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved